INSIBERNEWS - Sebuah kecelakaan udara tragis terjadi di wilayah timur Prancis pada Minggu (28/6/2026), ketika sebuah pesawat sipil yang mengangkut rombongan penerjun payung jatuh sesaat setelah melakukan penerbangan. Insiden tersebut menewaskan seluruh 11 orang yang berada di dalam pesawat dan menjadi salah satu kecelakaan pesawat ringan paling mematikan di Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Otoritas setempat mengonfirmasi seluruh penumpang dan awak pesawat tidak berhasil selamat. Korban terdiri atas lima instruktur penerjun payung, lima peserta pelatihan, serta seorang pilot.
Prefek Departemen Meurthe-et-Moselle, Yves Seguy, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dari warga sipil di lokasi kejadian meskipun pesawat jatuh tidak jauh dari kawasan permukiman.
Baca Juga: ASN Ditjenpas Jambi Diciduk dalam Kasus Narkoba, Polisi Sita 536 Butir Ekstasi
"Tidak ada warga sipil di antara para korban," ujar Yves Seguy saat memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers.
Pesawat yang terdaftar di Jerman itu dilaporkan jatuh di area rerumputan di dekat landasan Bandara Nancy-Essey, tepatnya di wilayah dekat Kota Tomblaine.
Lokasi jatuhnya pesawat berada di antara dua akses jalan dan cukup dekat dengan kawasan hunian, sehingga sempat memicu kekhawatiran akan bertambahnya jumlah korban. Beruntung, tidak ada warga sekitar yang terdampak langsung akibat insiden tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi misteri. Tim investigasi teknis telah diterjunkan untuk mengumpulkan berbagai bukti di lokasi kejadian, termasuk memeriksa kondisi bangkai pesawat, riwayat perawatan, hingga kemungkinan adanya faktor cuaca maupun gangguan teknis sebelum pesawat kehilangan kendali. Wakil Jaksa Penuntut Umum Nancy, Amaury Lacote, memastikan proses penyelidikan resmi telah dimulai.
Baca Juga: Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Mulai Berlaku 1 Juli, Menhub Tegaskan Baru untuk Layanan Roda Dua
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat segera membuka layanan pendampingan bagi keluarga korban. Tim medis dan psikolog diterjunkan ke bandara untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang datang ke lokasi, serta kepada sejumlah saksi yang menyaksikan langsung detik-detik jatuhnya pesawat. Kepolisian juga meminta masyarakat menghindari area sekitar bandara agar proses evakuasi dan penyelidikan dapat berjalan tanpa hambatan.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, dijadwalkan mengunjungi lokasi kecelakaan untuk meninjau langsung penanganan insiden tersebut.
Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Prancis bersama aparat penegak hukum akan melanjutkan investigasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan memastikan apakah terdapat faktor teknis maupun kelalaian yang berkontribusi terhadap tragedi tersebut.***
Artikel Terkait
Tak Tersinggung PAN Dijuluki Partai Artis Nasional, Zulhas: Artis Itu Cerdas dan Kreatif
Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Mulai Berlaku 1 Juli, Menhub Tegaskan Baru untuk Layanan Roda Dua
Rupiah Tancap Gas di Awal Pekan, Menguat Tajam Meski Tekanan Global Belum Reda
Bos Percetakan di Senen Diduga Sekap Tiga Karyawan, Korban Ditemukan Dirantai dalam Ruko
ASN Ditjenpas Jambi Diciduk dalam Kasus Narkoba, Polisi Sita 536 Butir Ekstasi