INSIBERNEWS - Kondisi terkini dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei akhirnya diungkapkan oleh pemerintah Iran untuk pertama kalinya.
Sebelumnya publik dibuat bertanya-tanya terkait kesehatan Mojtaba, setelah selamat dari serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei pada awal konflik.
Berdasarkan pernyataan seorang pejabat Iran, benar bahwa Mojtaba mengalami sejumlah luka akibat serangan tersebut.
Namun, kondisinya disebut terus membaik dan berada dalam keadaan stabil. Informasi itu muncul melalui video yang diunggah kantor berita Nour, media yang memiliki keterkaitan dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Baca Juga: Terjadi Lagi, Keracunan MBG di Pulogebang Buat 252 Siswa SD Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes
Adapun diungkapkan oleh Koordinator pertemuan tingkat tinggi pemerintah Iran, Mazaher Hozzeini, bahwa Mojtaba mengalami cedera pada tempurung lutut dan bagian punggung saat serangan berlangsung.
Ditambah lagi dengan luka ringan di bagian belakang telinga. Meski demikian, luka tersebut disebut sudah mendapatkan penanganan medis dan tidak terlihat karena tertutup sorban yang dikenakannya.
“Cedera pada lututnya akan segera pulih, sementara masalah pada punggungnya telah teratasi,” ujar Hozzeini dalam video tersebut.
Diketahui sebelumnya sejumlah pejabat Amerika Serikat justru kerap menggambarkan kondisi Mojtaba sebagai cedera yang cukup serius.
Baca Juga: UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz
Selanjutnya, serangan udara tersebut juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa dari keluarga dekat Mojtaba.
Istrinya dilaporkan meninggal dunia bersama beberapa anggota keluarga lain dari Ali Khamenei. Insiden ini menjadi salah satu pukulan besar bagi lingkaran elite pemerintahan Iran di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Sejak serangan terkoordinasi Israel dan AS pada 28 Februari lalu, Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat di hadapan publik. Kondisi itu memunculkan spekulasi mengenai keterlibatannya dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
Baca Juga: Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Sebut Risiko Rendah
Artikel Terkait
Bakom RI Resmi Gandeng Homeless Media, Qodari Beberkan Alasannya
UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz
Pendaki Terjebak Saat Gunung Dukono Erupsi, SAR Kerahkan Ratusan Personel
Minibus Diduga Angkut BBM Terbakar Hebat di Kembangan, Lima Mobil Damkar Dikerahkan
Terjadi Lagi, Keracunan MBG di Pulogebang Buat 252 Siswa SD Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes
Toyota Hiace Berisi Turis Singapura Alami Rem Blong di Jalur Bromo, Tabrak 4 Mobil dan Tiang Listrik