Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Sebut Risiko Rendah

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 8 Mei 2026 | 12:02 WIB
Ilustrasi Virus (Foto : Harvard Medical School)
Ilustrasi Virus (Foto : Harvard Medical School)

INSIBERNEWS - Kasus wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu perhatian internasional setelah sejumlah penumpang dilaporkan terinfeksi dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan risiko penularan bagi masyarakat Kepulauan Canary, Spanyol, masih tergolong rendah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kapal pesiar tersebut saat ini sedang menuju Kepulauan Canary dan diperkirakan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Bakom RI Resmi Gandeng Homeless Media, Qodari Beberkan Alasannya

Dalam konferensi pers di Jenewa pada Kamis (7/5), Tedros menegaskan pihak WHO percaya pemerintah Spanyol memiliki kemampuan untuk menangani situasi tersebut.

“Risiko bagi masyarakat Kepulauan Canary kami nilai rendah,” kata Tedros.

WHO juga telah mengirim surat resmi kepada otoritas Spanyol guna meminta dukungan dan koordinasi terkait penanganan kapal yang terdampak wabah tersebut.

Tedros menjelaskan prosedur disinfeksi sudah dilakukan di seluruh area kapal. Sementara itu, para penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing guna mencegah potensi penyebaran virus lebih luas.

Baca Juga: Kejati DKI Tetapkan 3 Tersangka, BRI Dukung Proses Hukum Pelaku Kasus Korupsi Kredit KoinWorks

Meski situasi mulai terkendali, WHO tetap mengingatkan kemungkinan munculnya kasus baru masih ada. Hal itu disebabkan masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung hingga enam minggu.

Saat ini, kapal MV Hondius masih berada di lepas pantai Tanjung Verde sambil menunggu langkah lanjutan dari otoritas kesehatan internasional.

Delapan Kasus Terkonfirmasi, Tiga Meninggal

WHO mengungkapkan strain Andes dari hantavirus telah terdeteksi di kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik tersebut. Hasil tes dikonfirmasi oleh laboratorium di Afrika Selatan dan Swiss.

Total terdapat delapan kasus positif, termasuk satu penumpang yang baru dinyatakan terinfeksi setelah kembali ke Swiss. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terbang ke Filipina, Bawa Misi Penguatan Ekonomi Kawasan di KTT ASEAN

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X