UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 8 Mei 2026 | 15:22 WIB
UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz (Istimewa)
UEA Siagakan Pertahanan Udara Hadapi Ancaman Rudal Usai Bentrokan AS dan Iran di Selat Hormuz (Istimewa)

INSIBERNEWS - Meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Teluk membuat Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan sistem pertahanan udaranya sedang merespons ancaman rudal pada Jumat (8/5/2026).

Peringatan tersebut disampaikan Badan Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional (NCEMA) beberapa jam setelah terjadi baku tembak antara pasukan AS dan Iran di Selat Hormuz.

“Sistem pertahanan udara saat ini sedang menanggapi ancaman rudal,” demikian pernyataan NCEMA seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi Hebat, Lima Pendaki Luka dan Tiga Meninggal Dunia

Pihak berwenang UEA juga meminta masyarakat tetap berada di tempat aman serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan situasi keamanan terbaru.

Situasi memanas setelah AS mengklaim berhasil menggagalkan serangan terhadap tiga kapal Angkatan Laut mereka di Selat Hormuz. Washington juga disebut melakukan serangan balasan terhadap fasilitas militer Iran.

Meski kedua negara masih berada dalam masa gencatan senjata yang rapuh, ketegangan belum benar-benar mereda. Negosiasi damai antara AS dan Iran pun masih berjalan alot.

Baca Juga: Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Sebut Risiko Rendah

Laporan AP News menyebut kedua pihak sejauh ini berusaha menghindari perang besar-besaran kembali pecah, meski aksi saling serang masih terus terjadi.

Salah satu isu utama yang belum menemukan titik temu adalah program nuklir Iran serta kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas global.

Iran sebelumnya sempat menutup hampir seluruh akses Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap ekonomi internasional.

Baca Juga: Bakom RI Resmi Gandeng Homeless Media, Qodari Beberkan Alasannya

Presiden AS Donald Trump meremehkan insiden baku tembak terbaru dengan Iran. Dalam percakapan telepon dengan reporter ABC, Trump menyebut serangan balasan terhadap Iran sebagai “hanya sentuhan kasih sayang”.

Trump menegaskan gencatan senjata masih berlaku dan peluang tercapainya kesepakatan damai tetap terbuka.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X