Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan, Guru Ini Dirikan AgenBRILink di Pedalaman Papua

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:30 WIB
Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan, Guru Ini Dirikan AgenBRILink di Pedalaman Papua (BRI )
Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan, Guru Ini Dirikan AgenBRILink di Pedalaman Papua (BRI )

INSIBERNEWS — Akses keuangan yang merata menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di pelosok negeri. Di Kampung Yenburwo, Distrik Numfor Timur, Papua, seorang tenaga pendidik bernama Hamjah turut mengambil peran dalam membuka akses layanan keuangan melalui kemitraannya sebagai AgenBRILink.

Dari kios kecil yang ia kelola, Hamjah membantu masyarakat menikmati layanan perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.

Bergabung menjadi AgenBRILink sejak tahun 2022, Hamjah yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah SMKN 3 Kemaritiman Biak Numfor ini melihat peluang untuk memperluas manfaat sosial di wilayahnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Balas Kritik Hasan Hasbi Dengan Bukti Data Stabilitas Pemerintah Baik di Mata Masyarakat

Ia ingin agar masyarakat sekitar lebih mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.

“Saya sering dapat ucapan terima kasih dari warga. Ada yang bilang, Kalau tidak ada kios ini, kami harus ke Biak yang jaraknya jauh dan biayanya besar. Hal-hal seperti itu yang membuat saya semangat terus menjalankan usaha ini,” ungkapnya.

Meski kini dia telah piawai dalam melayani kebutuhan keuangan masyarakat, nyatanya Hamjah masih mengingat betul masa-masa awal ketika baru menjadi AgenBRILink. Kala itu, hari-hari pertamanya penuh dengan pembelajaran dan tantangan.

Baca Juga: Hakim Menolak Praperadilan Delpedro Marhaen, Kuasa Hukum Delpedro Sebut Delpedro Dijadikan Kambing Hitam

Ia harus berhadapan dengan jaringan 2G yang sering terputus, hingga tak jarang membuatnya panik melayani pelanggan. Seiring waktu dan dukungan pembaruan sistem dari BRI, Hamjah mulai menemukan ritme kerja yang lebih efektif.

“Sekarang, dengan mesin transaksi seperti EDC yang baru dan jaringan yang lebih stabil, semuanya jauh lebih mudah dijalankan,” ungkap Hamjah.

Pengalaman di masa awal itulah yang menjadi bekal penting bagi Hamjah untuk membangun cara kerja yang lebih rapi dan terpercaya. Dari proses belajar itu, ia mulai memahami pola transaksi warga, kapan masyarakat ramai bertransaksi, apa saja kebutuhannya, dan bagaimana memberikan pelayanan yang aman.

Baca Juga: Jokowi Bicara Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Solusi Kemacetan sekaligus Dorong Ekonomi

Perlahan, hal ini membuat semakin banyak warga yang percaya dan mengandalkan kiosnya untuk berbagai transaksi keuangan.

Sebagai tenaga pendidik, Hamjah pun merasa perannya tidak berhenti pada pengelolaan transaksi harian semata. Ia juga terpanggil untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menabung dan bertransaksi secara aman, agar manfaat layanan keuangan bisa dirasakan lebih luas.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X