Ia juga meminta agar kepala daerah dan pejabat terkait memperbaiki tata kelola keuangan serta memperkuat sistem pengawasan internal. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperkuat peran inspektorat dan memperbanyak audit berbasis risiko.
“Jangan hanya tunggu temuan dari BPK atau KPK. Pemerintah daerah harus berani melakukan pencegahan dari dalam. Karena kalau sudah kena kasus, dampaknya bukan hanya ke citra, tapi juga ke kinerja ekonomi daerah,” kata Purbaya menutup sambutannya.
Pemerintah pusat sendiri disebut tengah menyiapkan sejumlah instrumen pengawasan baru yang lebih terintegrasi antar lembaga, termasuk rencana digitalisasi sistem laporan keuangan daerah.
Dengan tujuan sederhana, agar uang rakyat benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir pejabat.
Artikel Terkait
Kabinet 'Gemuk' Prabowo-Gibran, Strategi Politik atau Beban Pemerintahan?
Tiara Andini Resmi Rilis Album Baru 'Edelweiss', Simbol Cinta dan Perjuangan
Ingatkan Aparat Hukum Jangan Dzolim, Prabowo: Jangan Kriminalisasi Rakyat Kecil, Penegak Hukum Harus Punya Hati!
Inflasi Oktober Diprediksi Naik, Cuaca Buruk dan Biaya Logistik Jadi Biang Kerok
Kasus Kematian Mahasiswa Unud, RSUP Prof Ngoerah Hentikan Sementara Koas yang Diduga Terlibat Perundungan
Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Mulai Pulih, Permintaan Listrik Baru Jadi Sinyal Positif