Kasus Kematian Mahasiswa Unud, RSUP Prof Ngoerah Hentikan Sementara Koas yang Diduga Terlibat Perundungan

Photo Author
- Senin, 20 Oktober 2025 | 15:49 WIB
Kamerad Timothy, Mahasiswa Unud yang Tewas Bunuh Diri dari lantai 2 diduga karena bullying.  (Foto : dok/x)
Kamerad Timothy, Mahasiswa Unud yang Tewas Bunuh Diri dari lantai 2 diduga karena bullying. (Foto : dok/x)

INSIBERNEWS - Kasus meninggalnya mahasiswa kedokteran Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra (22), terus bergulir dan menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak.

Terbaru, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, tempat para mahasiswa Unud menjalani program koas, mengambil langkah tegas terhadap sejumlah peserta didik yang diduga terlibat dalam perundungan terhadap almarhum.

Baca Juga: Inflasi Oktober Diprediksi Naik, Cuaca Buruk dan Biaya Logistik Jadi Biang Kerok

Pelaksana tugas Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, I Wayan Sudana, mengatakan pihaknya telah menghentikan sementara kegiatan belajar mahasiswa kedokteran yang terlibat kasus tersebut. Mereka dikembalikan ke Universitas Udayana untuk menjalani proses pendalaman dan pemeriksaan internal.

“RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana agar dilakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Sudana dalam keterangannya di Denpasar, Minggu (19/10/2025).

Baca Juga: Wahana Perosotan Ambruk di Ketapang, Cermin Buram Keselamatan Permainan Rakyat di Indonesia

Menurut Sudana, tindakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi untuk menjaga nama baik rumah sakit dan lingkungan pendidikan. Ia menilai, sikap tidak etis para mahasiswa tersebut telah mencederai semangat profesionalisme dan integritas yang harus dijunjung tinggi dalam dunia medis.

“Perilaku seperti itu jelas tidak bisa ditoleransi, apalagi di lingkungan pendidikan kedokteran yang seharusnya mengajarkan empati, solidaritas, dan rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Sudana juga menegaskan bahwa para mahasiswa yang menjalani koas di RS Ngoerah bukan merupakan pegawai rumah sakit, melainkan peserta didik dari universitas. Karena itu, tindakan mereka tidak dapat dikaitkan langsung dengan institusi rumah sakit.

Baca Juga: Kucurkan Dana Rp16 Triliun, Danantara Siap Dorong Pasar Modal Jelang Akhir Tahun

“Kami ingin meluruskan bahwa mereka bukan karyawan RS Ngoerah. Mereka adalah mahasiswa yang sedang menjalani proses pembelajaran, sehingga tanggung jawab pembinaan utama tetap berada di pihak universitas,” jelasnya.

Kasus meninggalnya Timothy sebelumnya mengundang perhatian publik setelah beredar kabar bahwa korban mengalami tekanan mental akibat dugaan perundungan yang dilakukan oleh seniornya selama menjalani program koas.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami penyebab pasti kematian korban dan memeriksa sejumlah saksi dari kalangan mahasiswa serta tenaga pengajar.

Baca Juga: Acara IFG Bike for Charity 2025 di Tasikmalaya Dimeriahkan oleh 1000 Pesepeda!

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X