Sengketa ini tak hanya memanaskan hubungan antarprovinsi, tapi juga memicu gelombang protes dari masyarakat Aceh Singkil. Warga setempat, yang sebagian besar menggantungkan hidup pada hasil laut di sekitar pulau-pulau tersebut, merasa kehilangan identitas dan mata pencaharian mereka.
“Pulau itu warisan leluhur kami. Kok tiba-tiba jadi punya Sumut? Ini tidak adil,” keluh Hasan, seorang nelayan dari Aceh Singkil. Aksi demonstrasi kecil-kecilan pun mulai bermunculan di daerah tersebut, menuntut kejelasan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Begini Tanggapan Jokowi Terkait Polemik Tambang Nikel Raja Ampat
Di sisi lain, Pemerintah Sumatra Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait protes Aceh. Namun, beberapa pejabat di Tapanuli Tengah menyebut bahwa keputusan Kemendagri didasarkan pada survei batas wilayah yang telah dilakukan sebelumnya.
Hal ini makin memperumit situasi, karena kedua provinsi sama-sama mengklaim memiliki bukti sah atas kepemilikan pulau-pulau tersebut.
Baca Juga: Mobil Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Diduga Pakai Pelat Palsu
Pengamat politik dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Effendi Hasan, menilai bahwa sengketa ini berpotensi memicu ketegangan sosial jika tidak ditangani dengan bijak.
“Pemerintah pusat harus transparan dan melibatkan kedua pihak dalam dialog terbuka,” sarannya.
Baca Juga: Iran Desak PBB Gelar Sidang Darurat Usai Serangan Israel: Negosiasi Nuklir Terancam Batal
Mualem berharap Presiden Prabowo, yang dikenal dekat dengan masyarakat Aceh, akan memberikan perhatian khusus pada isu ini.
“Saya percaya Pak Prabowo punya komitmen untuk menjaga keadilan antarwilayah. Kami akan terus berjuang sampai hak Aceh diakui,” tutup Mualem dengan nada optimistis.
Sementara itu, masyarakat Aceh kini menanti hasil pertemuan dengan Kemendagri, berharap sengketa ini bisa selesai tanpa meninggalkan luka berkepanjangan antara dua provinsi bertetangga. Dengan tensi yang terus meningkat, semua mata tertuju pada langkah diplomasi yang akan diambil dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Iran Desak PBB Gelar Sidang Darurat Usai Serangan Israel: Negosiasi Nuklir Terancam Batal
Jelang Kepulangan Jemaah Haji Indonesia, Terdapat Larangan Bawa Pulang Air Zamzam ke Tanah Air
Mobil Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Diduga Pakai Pelat Palsu
Begini Tanggapan Jokowi Terkait Polemik Tambang Nikel Raja Ampat
Spiritual dan Penuh Makna, Cak Imin Terharu Hadiri Acara Siraman Al Ghazali yang Dibalut Tradisi Jawa
Dewa United Geber Persiapan Piala Presiden 2025, Siap Ukir Prestasi di Panggung Asia
Duka di Rel Demak, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Perlintasan Tanpa Palang
Pukulan Telak Israel: Sembilan Ilmuwan Nuklir Iran Tewas, Siapa Saja Mereka?
PLTP Patuha Unit 2 Buka 500 Lowongan Kerja, Warga Lokal Jadi Prioritas Geo Dipa
AHY Targetkan Akses Air Bersih Capai 100 Persen di 2045, Kolaborasi Jadi Kunci Utama