Night Eating Syndrome Bikin Resah, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Photo Author
- Rabu, 5 Februari 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi Night Eating Syndrome (Foto : Al Care)
Ilustrasi Night Eating Syndrome (Foto : Al Care)

INSIBERNEWS - Night Eating Syndrome (NES) atau sindrom makan malam hari adalah gangguan makan yang ditandai dengan keinginan kuat untuk makan di malam hari, sering kali disertai dengan kesulitan tidur.

Penderita NES cenderung mengonsumsi sebagian besar kalorinya setelah makan malam dan bahkan bangun tengah malam untuk makan.

Baca Juga: Fancy! Resep Matcha Susu Gurih Menggoda, Cookies Lebaran Berkelas dan Istimewa

Kebiasaan ini bisa menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan, seperti obesitas, gangguan metabolisme, dan masalah psikologis seperti stres dan kecemasan.

Untuk mengatasi NES, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengatur pola makan yang lebih seimbang. Pastikan asupan nutrisi cukup di siang hari agar tubuh tidak merasa kelaparan di malam hari.

Baca Juga: Resep Sedap Cookies Matcha Susu Hadirkan Sajian Lebaran 2025 Lezat Berkelas

Menghindari makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana sebelum tidur juga dapat membantu mengurangi dorongan untuk makan di malam hari.

Selain itu, mengatur jadwal makan yang tetap dapat membantu tubuh beradaptasi dengan ritme makan yang lebih sehat.

Baca Juga: Resep Cookies Matcha Honey Butter yang Lezatnya Epik untuk Rayakan Lebaran 2025

Faktor psikologis juga berperan besar dalam NES. Banyak penderita mengalami stres atau kecemasan yang memicu keinginan makan di malam hari.

Oleh karena itu, mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga ringan, atau journaling dapat membantu mengurangi kebiasaan ini.

Baca Juga: Variasi Cookies Matcha dengan Sentuhan Cokelat Putih, Lezat dan Cantik Siap Jadi Favorit Lebaran 2025!

Jika NES berhubungan dengan gangguan tidur, mencoba menciptakan rutinitas tidur yang lebih baik, seperti menghindari layar gadget sebelum tidur dan menjaga kamar tetap nyaman, bisa menjadi solusi.

Jika perubahan gaya hidup belum memberikan hasil, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau ahli gizi dapat menjadi langkah penting.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X