Oleh karena itu, perusahaan mendorong pengguna untuk tetap berhati-hati dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di platform mereka.
Selain meluncurkan fitur baru ini, Meta juga berencana meningkatkan edukasi digital melalui kampanye global bertajuk “Think Before You Share”.
Kampanye ini bertujuan untuk mengajarkan pengguna agar lebih kritis terhadap tautan, pesan, dan permintaan berbagi data pribadi dari orang yang tidak dikenal.
Dengan maraknya modus penipuan digital yang semakin canggih, langkah Meta ini menjadi sinyal bahwa perang melawan kejahatan siber tak hanya bergantung pada sistem keamanan aplikasi, tetapi juga pada kesadaran pengguna. Kombinasi keduanya diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman dan terlindungi bagi semua orang. ***
Artikel Terkait
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintah Sebut Langkah Ini Jadi Sejarah Baru di Dunia Pertanian
Mentan Buka Layanan Pengaduan Pupuk, Janji Tindak Tegas Distributor Nakal
BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Nilai Rupiah
Data KPR Subsidi Tak Sesuai, Purbaya Beberkan Hasil Verifikasi Ulang Calon Pembeli Rumah MBR
Lonjakan ISPA di Jakarta, Gubernur Pramono Tegaskan Bukan Pandemi Baru
LaLiga Batalkan Laga Barcelona vs Villarreal di Miami, Dipindah ke Spanyol
Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Timpa Mobil Pikap Bermuatan Nanas di Ciater, Dua Orang Tewas
Tasya Farasya Pertimbangkan Laporkan Ahmad Assegaf Soal Dugaan Penggelapan Dana di Tengah Proses Cerai
BI Jelaskan Asal Data Dana Rp4,17 Triliun Pemprov Jabar yang Disebut Mengendap di Deposito
Rayakan HUT Maluku Utara, Malut United Turunkan Harga Tiket Laga Kontra Semen Padang