Sementara itu, Mira Murati, CEO Thinking Machines Lab, dikabarkan telah mengadakan rapat internal untuk menenangkan tim riset setelah kabar kepergian Tulloch menyebar.
Ia menegaskan bahwa arah dan visi perusahaan tetap berjalan seperti semula, dan pihaknya akan segera merekrut peneliti baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Baca Juga: BMKG Ungkap Ada 4 Wilayah di Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari Dua Bulan, Apa Saja?
Kepergian Andrew Tulloch menambah daftar panjang perpindahan talenta besar di industri AI yang kian panas. Para pengamat menilai, fenomena ini menandakan babak baru dalam “perang perebutan otak” di dunia teknologi — di mana raksasa-raksasa seperti Meta, Google, dan Microsoft berlomba memborong ilmuwan terbaik demi menguasai masa depan kecerdasan buatan.***
Artikel Terkait
Eks Staf Ahli Polisi Soroti Kasus Narkoba Ammar Zoni: Tuntut Sanksi yang Berat
Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, Sahabat Lama Ungkap Ammar Zoni Perlu Bantuan Psikiater
Banjir Kritik Usai Gagal Capai Target Piala Dunia, Nasib Patrick Kluivert di Ujung Tanduk?
Waspada! Suhu di Jabodetabek Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius Hari Ini
Trump Umumkan Fase Dua Gencatan Senjata Gaza, Janji Pulangkan Korban dan Bentuk Pemerintahan Baru
Joji Akhirnya Comeback! Rilis Lagu Baru ‘Pixelated Kisses’ Usai Tiga Tahun Menghilang dari Publik
BMKG Ungkap Ada 4 Wilayah di Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari Dua Bulan, Apa Saja?
Italia Bantai Israel 3-0, Kans ke Piala Dunia 2026 Kembali Terbuka Lebar
Pemerintah Desak Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Guru Tewas di Yahukimo
Kepala PAUD di Polewali Mandar Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Polisi: Bukti Lengkap dan Kuat!