INSIBERNEWS - Kasus tragis yang menimpa seorang guru di Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menyorot wajah kelam kekerasan di wilayah tersebut. Guru bernama Melani Wamea diduga tewas setelah diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas di Sekolah Jhon D. Wilson.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk Papua (MPR for Papua), Yorrys Raweyai, menyuarakan keprihatinannya dan mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus ini. Ia menilai kekerasan terhadap tenaga pendidik adalah tindakan keji yang tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun.
Baca Juga: Italia Bantai Israel 3-0, Kans ke Piala Dunia 2026 Kembali Terbuka Lebar
“Kejadian ini tidak bisa ditoleransi. Siapa pun pelakunya, kekerasan terhadap guru adalah tindakan yang melukai masa depan anak-anak Papua,” ujar Yorrys dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/10).
Selain penyerangan terhadap guru, insiden lain yang memperburuk situasi pendidikan di Papua juga terjadi di Pegunungan Bintang.
Sebuah bangunan sekolah, SMP Kiwirok, dibakar oleh sekelompok orang yang diduga bagian dari KKB pada Senin (13/10). Aksi tersebut menambah panjang daftar kekerasan terhadap fasilitas pendidikan di wilayah pegunungan.
Baca Juga: BMKG Ungkap Ada 4 Wilayah di Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari Dua Bulan, Apa Saja?
Yorrys menegaskan, tindakan tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga merusak fondasi pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua. Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal.
“Guru adalah ujung tombak masa depan anak-anak Papua. Jika mereka diserang, maka yang diserang sebenarnya adalah harapan seluruh masyarakat,” tegas Yorrys.
Ia juga mendorong aparat keamanan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan bertindak tegas terhadap para pelaku.
Menurutnya, penyelesaian kasus ini harus dilakukan dengan pendekatan hukum yang adil namun tegas agar tidak menimbulkan ketakutan di kalangan pendidik lainnya.
Baca Juga: Joji Akhirnya Comeback! Rilis Lagu Baru ‘Pixelated Kisses’ Usai Tiga Tahun Menghilang dari Publik
Yorrys menilai, kekerasan terhadap tenaga pendidik menunjukkan masih lemahnya perlindungan terhadap sektor pendidikan di daerah rawan konflik. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah bisa memperkuat kerja sama dengan aparat keamanan agar tenaga pengajar di Papua dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman.
Di akhir pernyataannya, Yorrys mengajak seluruh pihak untuk tidak tinggal diam. Ia menegaskan, “Pendidikan adalah jembatan perdamaian di Papua. Melindungi guru berarti melindungi masa depan bangsa.”***
Artikel Terkait
Satpam Ditemukan Tewas di Pos Jaga Kantor Jeneponto, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Susu Segar MBG Cuma 30 Persen, BGN Klaim Kandungan Gizi Tetap Optimal
Eks Staf Ahli Polisi Soroti Kasus Narkoba Ammar Zoni: Tuntut Sanksi yang Berat
Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, Sahabat Lama Ungkap Ammar Zoni Perlu Bantuan Psikiater
Banjir Kritik Usai Gagal Capai Target Piala Dunia, Nasib Patrick Kluivert di Ujung Tanduk?
Waspada! Suhu di Jabodetabek Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius Hari Ini
Trump Umumkan Fase Dua Gencatan Senjata Gaza, Janji Pulangkan Korban dan Bentuk Pemerintahan Baru
Joji Akhirnya Comeback! Rilis Lagu Baru ‘Pixelated Kisses’ Usai Tiga Tahun Menghilang dari Publik
BMKG Ungkap Ada 4 Wilayah di Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari Dua Bulan, Apa Saja?
Italia Bantai Israel 3-0, Kans ke Piala Dunia 2026 Kembali Terbuka Lebar