INSIBERNEWS –Lebih dari satu dekade terakhir, smartphone menjadi perangkat paling vital dalam kehidupan modern.
Namun, Bill Gates menyampaikan prediksi mengejutkan: era ponsel pintar akan segera berakhir dan digantikan oleh tato elektronik.
Menurut Gates, tato elektronik mampu menyalip peran smartphone dalam berbagai aspek kehidupan.
Bukan sekadar perangkat komunikasi, tato ini memungkinkan manusia mengakses internet, mengirim pesan, hingga memantau kesehatan langsung dari tubuh sendiri.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Sentuh Rp2,198 Juta per Gram
Apa Itu Tato Elektronik?
Tato elektronik dikembangkan pertama kali oleh Chaotic Moon, kemudian diakuisisi Accenture.
Teknologi ini menggunakan tinta pintar dengan nanokapasitor, sehingga tidak membutuhkan baterai besar ataupun layar fisik.
Bayangkan tato sementara di kulit, tetapi berfungsi layaknya aplikasi. Satu sentuhan di lengan bisa membuka pintu, melakukan pembayaran, bahkan menggantikan password dan kartu identitas.
Selain itu, tato ini juga mampu membaca detak jantung, suhu tubuh, hingga mendeteksi tanda awal penyakit.
Baca Juga: Pasar Saham Asia Bergerak Hati-Hati Jelang Potensi Shutdown AS
Tantangan Privasi dan Etika
Meski terlihat futuristik, tato elektronik menimbulkan sejumlah pertanyaan krusial. Data biometrik seperti lokasi dan kondisi kesehatan tentu sangat sensitif.
Pertanyaannya, siapa yang memiliki data tersebut? Bagaimana melindunginya dari potensi peretasan?
Artikel Terkait
Buat Pemula, Jangan Lakukan Ini Kalau Baru Mulai Jadi Affiliator!
Snapchat Batasi Penyimpanan Memori, Hadirkan Paket Berbayar Hingga 5TB
Prabowo Canangkan 2.000 Desa Nelayan dan Cetak Sawah Baru, Target Sejahterakan Jutaan Warga
Polda Metro dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 15 Kg Ganja di Bekasi, Satu Pelaku Ditangkap
Ustaz di Bekasi Diciduk Polisi, Diduga Cabuli Anak Angkat dan Keponakan Selama Bertahun-tahun
Intervensi BI Belum Ampuh, Rupiah Berisiko Menyentuh Rp 17.000
Tom Holland Tenangkan Fans, Ungkap Kondisi Terbaru Usai Insiden di Lokasi Syuting Spider-Man
Pasar Saham Asia Bergerak Hati-Hati Jelang Potensi Shutdown AS
Erick Thohir Bantah Indonesia Terlibat Kasus Pemalsuan Naturalisasi Pemain Malaysia
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Sentuh Rp2,198 Juta per Gram