Pasar Saham Asia Bergerak Hati-Hati Jelang Potensi Shutdown AS

Photo Author
- Senin, 29 September 2025 | 21:11 WIB
foto ilustrasi investasi trading saham & crypto  ( Image by DC Studio on Freepik)
foto ilustrasi investasi trading saham & crypto ( Image by DC Studio on Freepik)

INSIBERNEWS – Pasar saham Asia memulai pekan ini dengan langkah hati-hati. Investor menahan diri di tengah kekhawatiran bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengalami shutdown atau penutupan pemerintahan mulai 1 Oktober 2025.

Kondisi itu dipicu belum tercapainya kesepakatan antara Presiden Donald Trump dengan pimpinan Demokrat maupun Republik di Kongres terkait perpanjangan pendanaan pemerintah.

Jika buntu, sejumlah layanan publik bakal terganggu, termasuk publikasi data tenaga kerja September dan sederet indikator ekonomi penting lain.

 Baca Juga: Intervensi BI Belum Ampuh, Rupiah Berisiko Menyentuh Rp 17.000

Analis Bank of America (BofA) menilai, shutdown berlarut bisa menyulitkan The Federal Reserve (The Fed) dalam mengambil keputusan kebijakan moneter.

“Tanpa data resmi, Fed mungkin terpaksa bergantung pada data swasta saat rapat 29 Oktober. Ini bisa sedikit mengurangi peluang pemangkasan suku bunga,” tulis riset BofA.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang 90% pemangkasan suku bunga Fed di Oktober, dengan kemungkinan tambahan 65% di Desember.

Dampak ekonomi shutdown secara umum dinilai terbatas, hanya mengurangi 0,1% poin pertumbuhan setiap minggu.

 Baca Juga: Ustaz di Bekasi Diciduk Polisi, Diduga Cabuli Anak Angkat dan Keponakan Selama Bertahun-tahun

Namun, risiko bisa membesar bila pemerintah mengambil langkah ekstrem seperti pemutusan hubungan kerja permanen.

Dari sisi bursa, futures S&P 500 dan Nasdaq naik 0,2%, sedangkan indeks saham Eropa juga menguat tipis.

Di Asia, Nikkei Jepang terkoreksi 0,7% setelah sempat menguat 6% sepanjang September.

Sementara itu, Kospi Korea Selatan justru melesat 1,2% dan mencatatkan kenaikan bulanan 6,3%. Indeks MSCI Asia Pasifik (di luar Jepang) juga positif, naik 0,4%.

Pasar obligasi AS menemukan dukungan di yield 4,17%, sementara indeks dolar AS stabil di 98,134. Euro berada di level US$ 1,1708 dan dolar AS diperdagangkan di 149,49 yen.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X