Intervensi BI Belum Ampuh, Rupiah Berisiko Menyentuh Rp 17.000

Photo Author
- Senin, 29 September 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi Dollar (Photo : Reuters/Dado Ruvic)
Ilustrasi Dollar (Photo : Reuters/Dado Ruvic)

INSIBERNEWS – Rupiah kembali menghadapi tekanan berat di tengah derasnya arus keluar modal asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Data Bank Indonesia mencatat, periode 22–25 September 2025 terjadi outflow asing mencapai Rp 2,71 triliun, di mana Rp 2,16 triliun di antaranya berasal dari SBN.

Mengutip Bloomberg, pada Jumat (26/9), nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 0,07% ke level Rp 16.738 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan berlanjut pada perdagangan awal pekan, menambah kekhawatiran pasar bahwa rupiah berpotensi menembus batas psikologis Rp 17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah dan keluarnya dana asing di obligasi saling berkaitan. Investor cenderung menarik dana ketika nilai tukar terus tertekan.

 Baca Juga: Polda Metro dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 15 Kg Ganja di Bekasi, Satu Pelaku Ditangkap

“Melihat rupiah melemah, investor asing memilih mengurangi eksposur di SBN,” ujarnya kepada INSIBERNEWS.

Selain faktor teknis, dinamika kebijakan fiskal terbaru juga menjadi sorotan pasar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut berbeda dalam gaya komunikasi maupun strategi dibandingkan pendahulunya, Sri Mulyani.

Salah satunya melalui penarikan dana cadangan sebesar Rp 200 triliun untuk disalurkan lewat perbankan.

Meski memberi napas segar bagi pasar modal, kebijakan itu dinilai tidak otomatis memperkuat rupiah.

 Baca Juga: Polda Metro dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 15 Kg Ganja di Bekasi, Satu Pelaku Ditangkap

“Pasar melihat pengelolaan fiskal kali ini lebih hati-hati untuk direspons, sehingga baik asing maupun domestik ikut mengurangi kepemilikan di SBN,” jelas Ibrahim.

Meski demikian, ia mencatat bahwa kepemilikan asing di SBN saat ini tidak sebesar periode 2018–2019.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X