Langkah ini juga dipandang sebagai strategi OpenAI untuk semakin menegaskan posisi ChatGPT bukan hanya sebagai chatbot, melainkan aplikasi gaya hidup yang melekat dengan rutinitas pengguna.
Dengan tambahan fitur ini, ChatGPT bisa saja bersaing langsung dengan aplikasi berita, kalender digital, hingga asisten pintar bawaan smartphone.
Baca Juga: Ibunya Hina Arie Kriting Lagi, Respon Indah Permatasari Banjir Pujian Warganet
Jika sukses, Pulse bisa menjadi fondasi bagi pengembangan layanan AI yang lebih personal dan proaktif.
OpenAI tampaknya ingin mendorong ChatGPT menjadi “teman digital” sehari-hari, bukan sekadar alat bantu mencari jawaban, melainkan asisten yang benar-benar memahami pola hidup penggunanya.
Artikel Terkait
WhatsApp Rilis Fitur Terjemahan Pesan, Bikin Chat Antarbahasa Jadi Makin Mudah
Kaos Biasa Dibanderol Setengah Juta, Seulgi Red Velvet Kaget dengan Harga Turis Bali!
Sidang Ricuh! Nikita Mirzani Tunjukkan Goyangan 'Velocity' di Depan Hakim
Ibunya Hina Arie Kriting Lagi, Respon Indah Permatasari Banjir Pujian Warganet
Rob Kenney, Youtuber yang Jadi Penyelamat Jutaan Anak Tanpa Figur Ayah
Fakta Mengejutkan! Ribuan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Belum Kantongi Sertifikat Higienis
Petani Milenial Semakin Percaya Diri, Teknologi Jadi Kunci Harapan Baru di Desa
Bayern Pesta Gol 4-0, Bremen Jadi Korban Ketajaman Kane dan Kolega
Skandal Naturalisasi, FIFA Jatuhi Sanksi Berat ke FAM dan Tujuh Pemain
Meta Perluas Fitur Akun Remaja, Kini Hadir di Facebook dan Messenger