INSIBERNEWS - Generasi Z, generasi yang lahir antara 1997 dan 2012, kini mulai memasuki dunia kerja. Namun, ada satu fenomena unik yang kerap dikaitkan dengan mereka: career catfishing.
Istilah ini mungkin masih asing di telinga banyak orang, tapi dampaknya sudah mulai dirasakan oleh perusahaan-perusahaan. Lalu, apa sebenarnya career catfishing ini, dan mengapa Gen Z sering diidentikkan dengan fenomena tersebut?
Apa Itu Career Catfishing?
Career catfishing didefinisikan sebagai situasi di mana seseorang menerima tawaran pekerjaan, tetapi tidak muncul di hari pertama kerja tanpa memberi tahu perusahaan. Tindakan ini tentu mengejutkan dan menimbulkan kekacauan di lingkungan kerja. Bagi pelaku, career catfishing sering dianggap sebagai bentuk kebebasan dan kontrol atas karier mereka.
Fenomena ini kerap dikaitkan dengan Gen Z, generasi yang dianggap memiliki stigma minim etos kerja. Menurut survei CVGenius yang dipublikasikan oleh The New York Post, sekitar 34% pekerja Gen Z mengaku pernah melakukan career catfishing. Angka ini cukup mencengangkan dan memicu pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi?
Catfishing vs Ghosting: Apa Bedanya?
Meski terdengar mirip, career catfishing dan ghosting dalam konteks pekerjaan memiliki perbedaan mendasar. Ghosting biasanya merujuk pada situasi di mana salah satu pihak tiba-tiba menghentikan komunikasi tanpa penjelasan, seperti ketika pelamar kerja tiba-tiba menghilang setelah tahap wawancara.
Sementara itu, career catfishing lebih spesifik. Ini terjadi ketika seseorang sudah menerima tawaran kerja, tetapi tidak muncul di hari pertama tanpa pemberitahuan. Dampaknya lebih langsung dan merugikan perusahaan, terutama jika posisi yang ditawarkan sangat krusial.
Alasan di Balik Career Catfishing
Ada beberapa alasan mengapa fenomena ini terjadi, terutama di kalangan Gen Z. Pertama, frustrasi selama proses rekrutmen yang panjang dan melelahkan. Banyak pencari kerja merasa sudah mengeluarkan banyak usaha, mulai dari mengirim lamaran hingga menghadiri wawancara, tetapi tidak mendapat respons yang memadai dari perusahaan.
Selain itu, Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat memprioritaskan work-life balance dan kesejahteraan mental. Mereka cenderung menolak kebijakan kerja yang dianggap tidak mendukung kesejahteraan mereka. Bagi sebagian orang, career catfishing adalah cara untuk mempertahankan kontrol atas hidup mereka, meskipun tindakan ini bisa merugikan pihak lain.
Fenomena ini juga bisa dilihat sebagai bentuk protes terhadap budaya kerja yang dianggap tidak adil atau tidak transparan. Banyak pekerja muda merasa tidak memiliki suara dalam proses desain pekerjaan mereka, dan career catfishing menjadi cara untuk menyampaikan ketidakpuasan.
Artikel Terkait
Pemerintah Diusulkan Siapkan Pulau Khusus untuk Pengungsi Rohingya yang Berdatangan ke Aceh, Ini Alasannya!
Skandal Besar di Pertamina: Kejaksaan Agung Bongkar Kerugian Negara Rp193,7 Triliun Akibat Oplos BBM dan Impor Minyak Ilegal
Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Bus, Maksimal 10 Menit Setelah Adzan
Hadiah Mobil Listrik dari Erdogan untuk Prabowo Tak Wajib Dilaporkan ke KPK, Ini Alasannya
Tarif Listrik Kembali Normal Mulai Maret 2025, Diskon 50 Persen Resmi Berakhir
Kabar Baik! Presiden Prabowo Bakal Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Tarif Tol Jelang Lebaran
Viral! Anak Pejabat Polri Kalsel Lakukan Flexing, DPR Sebut 'Itu Memalukan!'
Kemendikdasmen Pastikan Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Ramadan 2025 Tidak Berubah
Dari Puncak Kejayaan hingga Runtuh: Kisah Pilu PT Sritex, Raksasa Tekstil Asia Tenggara yang Tutup pada 2025
RANS Nusantara Hebat BSD Tutup Sementara Mulai 28 Februari 2025, Bakal Comeback dengan Konsep Baru yang Lebih Segar!