“Tujuannya adalah memastikan tidak ada pekerja yang harus mengambil risiko dalam situasi darurat cuaca ekstrem,” ujar Díaz kepada RTVE, Jumat (29/11/2024).
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah kiri Spanyol dalam menempatkan keselamatan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Dengan diberlakukannya cuti iklim ini, Spanyol berharap dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengintegrasikan kebijakan ketenagakerjaan dengan mitigasi krisis iklim.
Selain itu, kebijakan ini juga memberikan pesan penting tentang perlunya adaptasi terhadap realitas baru yang dihadapi dunia akibat perubahan iklim, di mana cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan jutaan orang.