Ketegangan Memuncak! Israel-Hizbullah Saling Tuding Soal Pelanggaran Gencatan Senjata: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 29 November 2024 | 10:01 WIB
Gencatan Senjata Israel-Hizbullah di Ujung Tanduk (Gambar oleh hosny salah dari Pixabay)
Gencatan Senjata Israel-Hizbullah di Ujung Tanduk (Gambar oleh hosny salah dari Pixabay)

INSIBERNEWS - Pada hari Kamis, 28/11/2024, ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali memuncak setelah militer Israel mengonfirmasi serangan udara ke fasilitas yang diduga digunakan oleh Hizbullah untuk menyimpan roket jarak menengah di Lebanon selatan.

Serangan ini terjadi setelah kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya, yang bertujuan untuk mengakhiri ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon yang sudah berlangsung lebih dari setahun.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Prancis pada hari Rabu, 27/11/2024, dirancang untuk menghentikan pertempuran antara pasukan Israel dan Hizbullah, kelompok militan yang didukung oleh Iran.

Kesepakatan tersebut memberikan harapan bagi penghentian kekerasan yang telah menewaskan ribuan orang, namun pelanggaran oleh kedua belah pihak menunjukkan betapa rapuhnya kesepakatan tersebut.

Israel mengklaim serangan udara yang mereka lancarkan sebagai respons terhadap "pelanggaran gencatan senjata" yang dilakukan Hizbullah.

Militer Israel mengidentifikasi beberapa aktivitas mencurigakan yang mereka anggap mengancam keamanan dan menanggapi dengan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan roket Hizbullah di dekat Sungai Litani, Lebanon.

Namun, Hizbullah membantah tuduhan tersebut, dengan anggota parlemen mereka, Hassan Fadlallah, menuduh Israel melanggar gencatan senjata terlebih dahulu.

Fadlallah menyatakan, "Musuh Israel menyerang mereka yang kembali ke desa-desa perbatasan," merujuk pada warga Lebanon yang berusaha kembali ke rumah mereka setelah mengungsi akibat pertempuran.

 Baca Juga: Ridwan Kamil Ajak Warga Jakarta Tunggu Hasil Resmi Pilkada 2024

Tembakan dan Tindakan Israel yang Kontroversial

Serangan ini adalah yang pertama sejak gencatan senjata diterapkan pada hari Rabu, namun Israel telah meluncurkan tembakan sebelumnya pada hari Kamis terhadap kendaraan yang mereka klaim mencurigakan di beberapa wilayah selatan Lebanon, di dekat Garis Biru batas yang membatasi Israel dan Lebanon.

Israel mengatakan tembakan tersebut merupakan langkah untuk menanggapi potensi ancaman dari Hizbullah, yang diketahui memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut.

Selain itu, pada hari Kamis, pasukan Israel juga memperbarui jam malam yang membatasi pergerakan warga Lebanon selatan, yang kembali ke rumah mereka setelah mengungsi akibat serangan dan bentrokan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Perdana Menteri Netanyahu Mengancam Respon Keras

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tegas menyatakan bahwa Israel akan menghadapi segala bentuk pelanggaran gencatan senjata dengan respons yang keras.

"Kami menegakkan hukum dengan tegas," kata Netanyahu, menambahkan bahwa militer Israel (IDF) harus siap untuk menghadapi kemungkinan pertempuran sengit jika kesepakatan itu terus dilanggar.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X