“Tujuannya adalah memastikan tidak ada pekerja yang harus mengambil risiko dalam situasi darurat cuaca ekstrem,” ujar Díaz kepada RTVE, Jumat (29/11/2024).
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah kiri Spanyol dalam menempatkan keselamatan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Dengan diberlakukannya cuti iklim ini, Spanyol berharap dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengintegrasikan kebijakan ketenagakerjaan dengan mitigasi krisis iklim.
Selain itu, kebijakan ini juga memberikan pesan penting tentang perlunya adaptasi terhadap realitas baru yang dihadapi dunia akibat perubahan iklim, di mana cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan jutaan orang.
Artikel Terkait
Wakil Presiden Sara Duterte Tak Hadir di Panggilan NBI? Ternyata Ini Alasan Absen dari Panggilan soal Ancaman ke Presiden Marcos Jr.!
Ridwan Kamil Ajak Warga Jakarta Tunggu Hasil Resmi Pilkada 2024
Dalam Rangka Rayakan HUT ke-129 BRI, Progam Special BRIguna Hadir dengan Suku Bunga Mulai dari 8,129 persen dan Diskon biaya Provisi 50 persen
Ketegangan Memuncak! Israel-Hizbullah Saling Tuding Soal Pelanggaran Gencatan Senjata: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
KPU Karanganyar Gelar PSU di TPS 1 Desa Kwangsan Terkait Kesalahan Penghitungan Suara
Jurnalis Tiongkok Dong Yuyu Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara: Lebih dari 700 Tokoh Dunia Serukan Pembebasan Untuk Dong Yuyu
Lebanon Tetapkan Tanggal Pemilihan Presiden, Berri Beri Waktu Sebulan untuk Konsensus
PM Australia Anthony Albanese Loloskan Undang-Undang Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial, Big Tech Diwajibkan Tanggung Jawab!
Dharma Pongrekun Siapkan Rencana Usai Gagal di Pilgub DKI Jakarta, Pilih Jadi Penjual Kaos
Putin Punya Harapan Besar pada Donald Trump, Sebut Biden Perburuk Keadaan Perang Ukraina