INSIBERNEWS - Ketua Umum Muhaimin Iskandar menilai wacana penerapan sistem war ticket dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia belum tepat untuk diterapkan dalam waktu dekat.
Menurutnya, skema tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama bagi calon jemaah yang sudah lama menunggu giliran berangkat.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin usai menghadiri acara Halal Bihalal dan Penghargaan Kaderisasi di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta.
Baca Juga: Viral Dugaan Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang, Setoran Harian Capai Rp100 Ribu
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menegaskan bahwa sistem antrean haji di Indonesia telah berjalan selama bertahun-tahun dan menjadi mekanisme yang dipahami oleh masyarakat.
Ia mengingatkan, jutaan calon jemaah telah menunggu dengan sabar untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Jika sistem baru seperti war ticket diterapkan, dikhawatirkan akan mengganggu kepastian keberangkatan mereka.
“Jangan sampai harapan jemaah yang sudah menunggu lama justru hilang karena perubahan sistem,” ujarnya.
Baca Juga: WNA Italia Diduga Aniaya Warga Denpasar Gegara Kesal dengan Suara Orang Memasak
Muhaimin juga menyoroti nasib calon jemaah yang masa tunggunya sudah semakin dekat. Menurutnya, perubahan kebijakan bisa berdampak tidak adil bagi mereka yang tinggal menunggu beberapa tahun lagi.
Ia mencontohkan, jemaah yang sudah antre lima tahun atau bahkan hanya dua tahun lagi menuju keberangkatan tentu akan dirugikan jika sistem diubah secara mendadak.
Karena itu, ia meminta agar pemerintah mempertimbangkan secara matang dampak sosial dari kebijakan tersebut.
Baca Juga: Israel Akhiri Pembatasan, Masjid Al-Aqsa Terbuka Lagi usai Tutup 40 Hari, Jemaah Sambut Dengan Haru
Lebih lanjut, Muhaimin menegaskan bahwa konsep war ticket haji masih sebatas wacana dan belum siap diimplementasikan dalam waktu dekat.
“Masih panjang prosesnya. Mungkin saja diterapkan suatu hari nanti, tapi bukan sekarang,” jelasnya.