Israel Akhiri Pembatasan, Masjid Al-Aqsa Terbuka Lagi usai Tutup 40 Hari, Jemaah Sambut Dengan Haru

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 9 April 2026 | 19:15 WIB
Israel Akhiri Pembatasan, Masjid Al-Aqsa Terbuka Lagi usai Tutup 40 Hari (Istimewa)
Israel Akhiri Pembatasan, Masjid Al-Aqsa Terbuka Lagi usai Tutup 40 Hari (Istimewa)

INSIBERNEWS - Masjid Al-Aqsa yang berada di Yerusalem Timur akhirnya kembali dibuka untuk umat Muslim setelah ditutup selama 40 hari oleh otoritas Israel.

Pembukaan kembali ini berlangsung pada Kamis dini hari dan langsung disambut antusias oleh ratusan jemaah Palestina yang telah lama menantikan momen tersebut.

Masjid yang terletak di kawasan Kota Tua Yerusalem itu mulai dibuka saat azan subuh berkumandang. Suasana haru pun menyelimuti kompleks Al-Haram al-Sharif, ketika para jemaah memasuki area masjid dengan penuh emosi.

Baca Juga: Tragis! Santri 15 Tahun Ditemukan Meninggal di Ponpes Sukabumi, Ini Kronologinya

Sebagian terlihat menitikkan air mata, sementara yang lain melakukan sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan kembali beribadah di tempat suci tersebut.

Ratusan umat Muslim kemudian melaksanakan salat subuh berjemaah, menandai ibadah pertama sejak penutupan yang diberlakukan sejak akhir Februari. Momen ini menjadi simbol keteguhan dan kerinduan umat terhadap salah satu situs suci terpenting dalam Islam.

Penutupan Masjid Al-Aqsa sebelumnya dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, termasuk operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Dentuman Keras di Gunung Putri Bogor Gegerkan Warga, Diduga Berasal dari Lapangan Padel, Bangunan Sekolah Remuk

Selama masa penutupan, akses ke kompleks masjid hanya diberikan secara terbatas kepada staf dan pejabat Wakaf Islam Yerusalem, sementara warga Palestina lainnya terpaksa beribadah di masjid-masjid kecil di berbagai penjuru kota.

Tidak hanya itu, otoritas Israel juga sempat melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 di Masjid Al-Aqsa. Kebijakan ini menjadi salah satu pembatasan paling signifikan sejak pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Di sisi lain, pembatasan akses tempat ibadah juga berdampak pada umat agama lain. Gereja Makam Kudus, yang merupakan situs suci bagi umat Kristen, turut ditutup selama periode yang sama.

Baca Juga: Soroti Serangan Israel, Australia Minta Gencatan Senjata AS–Iran Berlaku Juga di Lebanon

Meski pemerintah Israel telah memperpanjang status darurat hingga pertengahan April, belum ada kejelasan apakah pembatasan serupa akan kembali diberlakukan.

Situasi ini masih menjadi perhatian dunia internasional, mengingat pentingnya Masjid Al-Aqsa sebagai simbol spiritual dan sejarah bagi umat Muslim. ***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X