Peristiwa ini disebut sebagai puncak tekanan politik yang dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump selama beberapa bulan terakhir.
Pemerintah AS menyatakan tidak mengakui legitimasi kepemimpinan Maduro dan menudingnya terlibat dalam jaringan kartel narkoba internasional.
Baca Juga: BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Maduro kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum, sebuah langkah yang menuai kecaman dari sejumlah pemimpin dunia.
Trump menuduh rezim Maduro bertanggung jawab atas maraknya peredaran narkoba yang diklaim menyebabkan ribuan kematian warga AS akibat penyalahgunaan narkotika ilegal.