INSIBERNEWS – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi serius maraknya dugaan teror yang dialami sejumlah influencer dan aktivis dalam beberapa waktu terakhir.
Aksi intimidasi tersebut diduga muncul setelah mereka menyampaikan kritik terhadap pemerintah terkait penanganan bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pigai menegaskan bahwa segala bentuk teror, ancaman, maupun intimidasi tidak dapat dibenarkan dalam sistem demokrasi. Ia meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan mengusut setiap laporan secara menyeluruh agar motif serta pelaku dapat diungkap secara terang.
“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” ujar Pigai dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1/2026).
Kebebasan Berpendapat Harus Tetap Bertanggung Jawab
Pigai menyampaikan bahwa pemerintah menghargai kritik dan pendapat yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk oleh influencer dan aktivis di media sosial.
Menurutnya, kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari demokrasi yang dijamin oleh konstitusi.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat kerap bergeser menjadi serangan personal maupun tuduhan terhadap individu atau institusi tanpa dasar yang kuat.
Bahkan, tidak sedikit pihak yang memanfaatkan isu sensitif semata-mata untuk meningkatkan popularitas dan jumlah pengikut di media sosial.
“Kita saat ini berada dalam situasi surplus demokrasi. Setiap orang bebas menyampaikan pendapatnya tanpa hambatan. Negara tidak mungkin membatasi kebebasan itu, tetapi tanggung jawab moral tetap harus dijaga,” jelasnya.
Baca Juga: AS vs Venezuela Memanas, Trump Unggah Foto Bukti Penangkapan Nicolas Maduro
Lebih lanjut, Pigai menyoroti fenomena penyalahgunaan kebebasan berpendapat yang berujung pada manipulasi opini publik. Hal ini bisa berupa penarikan kesimpulan berlebihan, penyebaran narasi sepihak, hingga serangan terhadap kehidupan pribadi seseorang.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih kritis, rasional, dan objektif dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan isu-isu nasional dan kebijakan publik.
Artikel Terkait
Usai Salurkan Donasi Rp10M, Ferry Irwandi Soroti Pentingnya Pendidikan dan Tekankan Tanggung Jawab Kaum Terdidik
Diseret Isu Kasus Bank BJB Ridwan Kamil, Safa Marwah: Saya Siap Jika KPK Memanggil
Terungkap! Fakta Unik John Herdman Usai Resmi Ditunjuk Latih Timnas Indonesia
BRI Berdayakan UMKM Busana Muslim Asal Tangerang, Berhasil Buktikan Kekuatan Produk Lokal di Kancah Global
Disebut Capai Rp150 Juta, Biaya Sumur Bor Bencana Disorot Usai Warga Aceh Timur Klaim Cukup Rp15 Juta