Peristiwa ini disebut sebagai puncak tekanan politik yang dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump selama beberapa bulan terakhir.
Pemerintah AS menyatakan tidak mengakui legitimasi kepemimpinan Maduro dan menudingnya terlibat dalam jaringan kartel narkoba internasional.
Baca Juga: BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Maduro kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum, sebuah langkah yang menuai kecaman dari sejumlah pemimpin dunia.
Trump menuduh rezim Maduro bertanggung jawab atas maraknya peredaran narkoba yang diklaim menyebabkan ribuan kematian warga AS akibat penyalahgunaan narkotika ilegal.
Artikel Terkait
Terungkap! Fakta Unik John Herdman Usai Resmi Ditunjuk Latih Timnas Indonesia
Hapus Nama Belakang, Devano Danendra Resmi Ganti Nama Panggung, Kini Pilih Tampil dengan Nama 'Devano'
Teror Influencer Pasca Kritik Pemerintah, Menteri HAM Natalius Pigai Minta Polisi Bertindak
Heboh Gelembung Gas Keluar dari Tanah Pascabanjir di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada
Jarang Disorot, Kisah Cinta Manohara dengan Kristian Hansen Vlogger Asal Denmark Mendadak Viral