INSIBERNEWS – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyatakan kondisi keamanan di Caracas, Venezuela, berangsur membaik setelah ketegangan akibat konflik dengan Amerika Serikat (AS). Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal dan tidak ditemukan gejolak kepanikan di tengah warga.
Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan bahwa laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas menunjukkan adanya peningkatan kondisi sosial dan keamanan di ibu kota Venezuela tersebut.
“Secara umum KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan. Pasar swalayan telah beroperasi kembali, dan tidak terlihat adanya fenomena panic buying di tengah warga,” ujar Yvonne dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).
Selain itu, fasilitas umum seperti stasiun pengisian bahan bakar telah kembali dibuka. Hal ini berdampak pada meningkatnya mobilitas kendaraan dan aktivitas di jalan-jalan utama Caracas yang mulai terlihat normal.
Kondisi WNI di Venezuela Terkendali
Kemenlu juga memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman. Hingga 5 Januari 2026, tercatat sebanyak 37 WNI berada di wilayah tersebut dan tetap dapat berkomunikasi dengan KBRI Caracas.
Meski demikian, Yvonne menyebut masih terdapat kendala teknis di beberapa wilayah, seperti gangguan jaringan komunikasi dan pemadaman listrik secara terbatas.
Baca Juga: Diseret Isu Kasus Bank BJB Ridwan Kamil, Safa Marwah: Saya Siap Jika KPK Memanggil
“Masih terdapat gangguan jaringan komunikasi provider nasional di wilayah Caracas dan pemadaman listrik di salah satu wilayah Caracas,” jelasnya.
Indonesia Siapkan Rencana Kontingensi
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara cermat. Kemenlu bersama KBRI Caracas telah menyiapkan langkah-langkah kontingensi yang dapat diberlakukan sewaktu-waktu apabila kondisi keamanan kembali memburuk.
Di saat yang sama, Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog damai. Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan Venezuela dalam menentukan masa depan negaranya sendiri.
“Kemenlu bersama KBRI Caracas telah memiliki kontingensi plan terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan sesuai dengan perkembangan situasi terkini serta mengimbau WNI untuk terus siaga,” tegas Yvonne.
Sebelumnya, situasi di Venezuela memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Artikel Terkait
Terungkap! Fakta Unik John Herdman Usai Resmi Ditunjuk Latih Timnas Indonesia
Hapus Nama Belakang, Devano Danendra Resmi Ganti Nama Panggung, Kini Pilih Tampil dengan Nama 'Devano'
Teror Influencer Pasca Kritik Pemerintah, Menteri HAM Natalius Pigai Minta Polisi Bertindak
Heboh Gelembung Gas Keluar dari Tanah Pascabanjir di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada
Jarang Disorot, Kisah Cinta Manohara dengan Kristian Hansen Vlogger Asal Denmark Mendadak Viral