news

Salah Paham Telepon & Sidak Ijazah: Kisruh Armuji Vs Pengusaha Surabaya Berujung Laporan dan Permintaan Maaf

Sabtu, 12 April 2025 | 10:49 WIB
Sidak Wakil Wali Kota Surabaya VS Pengusaha (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Surabaya lagi-lagi digegerkan drama politik rasa sinetron. Tokoh utamanya? Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dan seorang pengusaha perempuan bernama Janhwa Diana.

Ceritanya lengkap dengan unsur sidak, tuduhan penipuan, laporan polisi, dan akhirnya… permintaan maaf terbuka.

“Saya Minta Maaf Buat Gaduh Satu Surabaya”

Itu pernyataan Diana, Jumat (11/4), di sebuah resto di Surabaya. Ya, setelah sebelumnya melaporkan Armuji ke Polda Jatim atas dugaan pencemaran nama baik, Diana memutuskan untuk tampil ke publik dan buka suara.

Semua bermula dari satu panggilan telepon. Diana menerima telepon dari nomor tak dikenal—suara di seberang sana mengaku sebagai Wakil Wali Kota. Tapi bukannya menyapa hangat, yang terdengar justru nada tinggi dan umpatan.

“Matamu asu,” begitu katanya, menurut Diana.

Refleks, Diana mengira ini penipu. Karena jujur aja, siapa sih yang percaya ditelepon orang ngaku-ngaku pejabat tanpa surat atau tanda resmi?

 Baca Juga: Tumbangkan Wakil Taiwan, Leo-Bagas Melaju ke Semifinal BAC 2025

Ditelepon Saat Istirahat di Rest Area

Saat kejadian, Diana sedang perjalanan pulang dari Jakarta. Di rest area, dia mengangkat telepon itu. Katanya, suara tersebut langsung minta ketemu dan menyinggung soal ijazah karyawan yang katanya masih ditahan perusahaan.

Reaksinya? Kaget dan waspada.

Sebagai pengusaha, ia terbiasa menerima banyak telepon dari nomor asing. Tapi kalau dari pejabat, katanya, etika formal seharusnya tetap dijaga. “Kalau instansi resmi, biasanya ngirim surat. Ini enggak. Tiba-tiba marah-marah,” ujarnya.

Suaminya Juga Ditelepon

Tak berhenti di Diana, suaminya pun mengalami hal serupa. Ditelepon dari nomor mencurigakan, nada tinggi, bahkan muncul nama instansi di ID teleponnya. Tapi reaksi sang suami juga sama: tutup telepon.

Halaman:

Tags

Terkini