Salah Paham Telepon & Sidak Ijazah: Kisruh Armuji Vs Pengusaha Surabaya Berujung Laporan dan Permintaan Maaf

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 12 April 2025 | 10:49 WIB
Sidak Wakil Wali Kota Surabaya VS Pengusaha  (foto: Istimewa)
Sidak Wakil Wali Kota Surabaya VS Pengusaha (foto: Istimewa)

Di titik ini, Diana meyakini mereka sedang jadi sasaran prank atau penipuan. Ia bahkan bilang, "Kalau ada masalah, kita ketemu saja di kantor polisi." Bukan marah, katanya, hanya reaksi spontan orang yang kaget.

 Baca Juga: Biar Gak Kebobolan Data, Menkominfo Tegaskan Batas Maksimal Nomor Ponsel per NIK

Keesokan Harinya, Terungkap Itu Memang Armuji

Lucunya, baru keesokan harinya Diana tahu bahwa benar, itu Armuji. Anaknya yang baru pulang sekolah lah yang memberi tahu soal video sidak dan unggahan media sosial yang viral.

“Saya kaget. Ya wes, kalau memang mau ketemu, ya kirim surat resmi aja,” katanya dengan nada santai, walau jelas masih agak bingung.

Versi Armuji: Ijazah Karyawan Ditahan, Saya Hanya Membela

Sementara itu, Armuji punya cerita sendiri. Ia mendapat laporan dari mantan karyawan sebuah perusahaan di Margomulyo, yang mengaku ijazahnya masih ditahan. Karena merasa ada pelanggaran, Armuji pun bergerak cepat—melakukan sidak.

Namun saat tiba di lokasi, gerbang pabrik terkunci. Tak ada yang keluar, tak ada yang menyapa. Armuji lalu menelepon pemilik perusahaan (yang ternyata Diana), lewat loudspeaker, agar disaksikan banyak pihak. Dan karena responsnya dianggap tidak bersahabat, video itu pun akhirnya diunggah ke media sosial.

 Baca Juga: Menlu Tegaskan Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia Tergantung Kesepakatan Negara-Negara Timur Tengah

Masalahnya? Dalam telepon itu, Diana menyebut Armuji penipu.

“Saya datang baik-baik, saya tok-tok, saya telepon. Malah dituduh penipu. Ya gimana?” kata Armuji. Ia bahkan menyebut, mungkin pabrik itu tidak dibuka karena ada “sesuatu” di dalamnya, meskipun ia hanya menyampaikan itu sebagai kemungkinan.

Akhirnya Laporan Polisi dan Klarifikasi

Besoknya, Diana melapor ke polisi. Dugaan pencemaran nama baik. Tapi setelah viral dan banyak opini publik muncul, Diana akhirnya memutuskan untuk minta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Ia tetap merasa dirinya korban, tapi juga menyadari kesalahpahaman telah memperkeruh situasi.

“Saya nggak ada niat menghina, nggak nyenggol siapa-siapa. Saya juga nggak ngerti ini bakal jadi besar,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X