Waduh! Presiden Korsel Yoon Disebut Bakal Kembali Berlakukan Darurat Militer Kedua

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 6 Desember 2024 | 16:07 WIB
Aktivis Korea Selatan Ungkap Dugaan Rencana Darurat Militer Kedua oleh Presiden Yoon (Foto : REUTERS)
Aktivis Korea Selatan Ungkap Dugaan Rencana Darurat Militer Kedua oleh Presiden Yoon (Foto : REUTERS)

INSIBERNEWS - Kelompok aktivis Korea Selatan, Centre for Military Human Rights Korea, mengungkapkan adanya bukti yang menunjukkan bahwa Presiden Yoon Suk Yeol berencana memberlakukan darurat militer lagi dalam waktu dekat.

Menurut informasi yang mereka peroleh, sejumlah komandan Angkatan Darat Korea Selatan telah diberikan perintah untuk bersiap menerima panggilan darurat.

Baca Juga: Rusia Ungkap 3 Syarat Jika Ingin Akhiri Perang dengan Ukraina

Selain itu, pihak militer juga dikabarkan melarang anggota angkatan darat mengambil cuti hingga 8 Desember, yang semakin memperkuat dugaan adanya persiapan untuk situasi darurat.

Baca Juga: California Diterjang Gempa 7 Magnitudo, Gubernur Newsom Tetapkan Status Darurat

Kelompok aktivis ini juga memperingatkan bahwa Yoon mungkin akan mengambil langkah lebih berisiko jika situasi politik semakin memanas.

“Mengumumkan darurat militer kembali harus dilihat sebagai pilihan yang mungkin diambil oleh Yoon untuk mempertahankan posisinya,” kata mereka.

Ini muncul di tengah ketegangan politik yang semakin tinggi menjelang sidang pemakzulan Yoon pada 7 Desember 2024.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Ojol Tetap Dapat BBM Subsidi, Ini Komitmen Kementerian UMKM

Pemberlakuan darurat militer pertama kali diumumkan oleh Yoon pada 3 Desember lalu, dengan alasan untuk menangani ancaman yang diduga datang dari Korea Utara.

Namun, langkah tersebut hanya berlangsung beberapa jam setelah mendapat penolakan keras dari parlemen dan masyarakat.

Baca Juga: Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Terancam Hukuman Mati, Ini Latar Belakang dan Proses Hukumnya

Banyak pihak menilai bahwa keputusan Yoon untuk mendeklarasikan darurat militer sebenarnya lebih berkaitan dengan keinginannya untuk menekan oposisi politik serta melindungi orang-orang terdekatnya yang terlibat dalam kasus korupsi.

Baca Juga: Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Ini Kronologi dan Alasannya

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X