INSIBERNEWS - Kelompok aktivis Korea Selatan, Centre for Military Human Rights Korea, mengungkapkan adanya bukti yang menunjukkan bahwa Presiden Yoon Suk Yeol berencana memberlakukan darurat militer lagi dalam waktu dekat.
Menurut informasi yang mereka peroleh, sejumlah komandan Angkatan Darat Korea Selatan telah diberikan perintah untuk bersiap menerima panggilan darurat.
Baca Juga: Rusia Ungkap 3 Syarat Jika Ingin Akhiri Perang dengan Ukraina
Selain itu, pihak militer juga dikabarkan melarang anggota angkatan darat mengambil cuti hingga 8 Desember, yang semakin memperkuat dugaan adanya persiapan untuk situasi darurat.
Baca Juga: California Diterjang Gempa 7 Magnitudo, Gubernur Newsom Tetapkan Status Darurat
Kelompok aktivis ini juga memperingatkan bahwa Yoon mungkin akan mengambil langkah lebih berisiko jika situasi politik semakin memanas.
“Mengumumkan darurat militer kembali harus dilihat sebagai pilihan yang mungkin diambil oleh Yoon untuk mempertahankan posisinya,” kata mereka.
Ini muncul di tengah ketegangan politik yang semakin tinggi menjelang sidang pemakzulan Yoon pada 7 Desember 2024.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Ojol Tetap Dapat BBM Subsidi, Ini Komitmen Kementerian UMKM
Pemberlakuan darurat militer pertama kali diumumkan oleh Yoon pada 3 Desember lalu, dengan alasan untuk menangani ancaman yang diduga datang dari Korea Utara.
Namun, langkah tersebut hanya berlangsung beberapa jam setelah mendapat penolakan keras dari parlemen dan masyarakat.
Baca Juga: Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Terancam Hukuman Mati, Ini Latar Belakang dan Proses Hukumnya
Banyak pihak menilai bahwa keputusan Yoon untuk mendeklarasikan darurat militer sebenarnya lebih berkaitan dengan keinginannya untuk menekan oposisi politik serta melindungi orang-orang terdekatnya yang terlibat dalam kasus korupsi.
Baca Juga: Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Ini Kronologi dan Alasannya
Artikel Terkait
Bakal Kena Vonis Berat! Super Maximum Security Jadi Jeruji Khusus Para Pengedar Narkoba
Petisi Tuntut Pemecatan Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden Capai 49 Ribu Orang
Mengajak Bersinergi Menjaga Kamtibmas, Ini Program Jumat Curhat Kapolsek Lemahabang Bersama Tokoh Pemuda
Ciptakan Situasi Aman Kondusif Pasca Pilkada 2024, Bhabinkamtibmas Polsek Kiarapedes Sambang Warga
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Cibatu Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Berkebun
Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Ini Kronologi dan Alasannya
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Terancam Hukuman Mati, Ini Latar Belakang dan Proses Hukumnya
Pemerintah Pastikan Ojol Tetap Dapat BBM Subsidi, Ini Komitmen Kementerian UMKM
California Diterjang Gempa 7 Magnitudo, Gubernur Newsom Tetapkan Status Darurat
Rusia Ungkap 3 Syarat Jika Ingin Akhiri Perang dengan Ukraina