INSIBERNEWS - Meninggalnya seorang mahasiswi kedokteran Undip yang diduga bunuh diri karena bullying semakin membuat geram publik setelah mengetahui tanggapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Media sosial dibuat heboh karena IDI seolah-olah justru menyalahkan mahasiswi kedokteran Undip yang diduga bunuh diri tersebut.
Hal ini karena IDI merepost Story Instagram yang menyatakan jangan anggap beban kerja sebagai bullying. Diduga isi dari postingan tersebut menyindir kasus meninggalnya Aulia Risma Lestari.
Baca Juga: Gerindra Ultimatum KPU Saol Skandal Pencatutan NIK untuk Calon Independen Pilkada Jakarta
IDI merupakan organisasi profesi yang mewadahi dokter di Indonesia. IDI bertujuan untuk meningkatkan mutu profesi kedokteran, memberikan bimbingan, serta melindungi kepentingan anggotanya.
IDI juga berperan dalam pengembangan standar etika dan praktik medis, serta advokasi kesehatan masyarakat. Dengan jaringan anggota di seluruh nusantara, serta berkontribusi dalam pelatihan, sertifikasi, dan penelitian medis.
Organisasi ini juga berperan penting dalam pembentukan kebijakan kesehatan dan kolaborasi dengan lembaga pemerintah serta organisasi internasional untuk mendorong peningkatan sistem kesehatan di Indonesia.
Baca Juga: Siapa Saja Klub yang Bertanding 17 Agustus 2024? Ini Jadwal BRI Liga 1 2024 Pekan Kedua
Aulia Risma Lestari merupakan dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Undip.
Ia ditemukan meninggal di kamar kosnya karena suntikan obat penenang yang ia lakukan sendiri.
Dari sejumlah barang bukti yang terdapat di kamar kosnya terdapat buku diary korban yang berisi keluh kesahnya.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Setelah Bangun Tidur Agar Tetap Sehat
Dari buku diary tersebut maka pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban mengalami tekanan atas beratnya masa studi kedokteran yang sedang ia tempuh. Selain itu ada juga tekanan dari senior.
Artikel Terkait
Tragis! Dokter Muda FK Undip Tewas Bunuh Diri, Diduga karena Dibully di RSUP Kariadi
Terungkap! Ini Isi Buku Harian Dokter PPDS yang Tewas Bunuh Diri karena Tak Kuat Menahan Bullying
Buntut Kasus Bunuh Diri Mahasiswi FK Undip Diduga Bullying, Kemenkes Turun Tangan Investigasai
Kemenkes Hentikan Program Studi Anestesi Akibat Mahasiswi Undip Bunuh Diri, Benarkah?
Fakta-Fakta Dokter PPDS Bunuh Diri, Ditemukan Buku Pedoman Bullying Berisi Peraturan untuk Junior kepada Senior!