Dari informasi yang didapat dari buku diary tersebut maka ada dugaan pembullyian terjadi pada korban.
Dikutip InsiberNews dari akun Instagram @ikatandokterindonesia (17/8/2024), akun tersebut merepost postingan dari akun @hendrawan_aan yang memperingatkan agar peserta PPDS tidak merasa terbebani dengan tugasnya.
Baca Juga: Gak Lebih dari Rp. 20 Ribu! Inilah Cara Membuat Bolu Sederhana Untuk Pemula
Dalam akun itu juga menyampaikan bahwa sebelum mengambil PPDS seharusnya mempertimbangkan terlebih dahulu, jangan sampai karena beban tugas yang berat kemudian menyimpulkan sebagai bullying.
“Teruntuk adik adik yang akan melanjutkan PPDS..kenali dulu prodi yang akan kalian pilih dan sesuaikan denga kemampuan fisik dan mentalmu..jangan sampai jadi beban kerja dianggap sebagai bullying,” ketik akun Instagram @hendrawan_aan.
“Memang ada beberapa prodi yang beban kerjanya mungkin dianggap berat..tapi itu semua untuk mendidik dan melatih dirimu terjun ke dunia kerja yang tanggung jawab secara fisik dan mentalnya juga berat,” lanjutnya.
Namun setelah postingan tersebut ramai dibicarakan dan juga dikritik oleh publik, IDI segera menghapus postingan tersebut.***
Artikel Terkait
Tragis! Dokter Muda FK Undip Tewas Bunuh Diri, Diduga karena Dibully di RSUP Kariadi
Terungkap! Ini Isi Buku Harian Dokter PPDS yang Tewas Bunuh Diri karena Tak Kuat Menahan Bullying
Buntut Kasus Bunuh Diri Mahasiswi FK Undip Diduga Bullying, Kemenkes Turun Tangan Investigasai
Kemenkes Hentikan Program Studi Anestesi Akibat Mahasiswi Undip Bunuh Diri, Benarkah?
Fakta-Fakta Dokter PPDS Bunuh Diri, Ditemukan Buku Pedoman Bullying Berisi Peraturan untuk Junior kepada Senior!