INSIBERNEWS - Kisah dua tetangga satu rumpun yang dulunya pernah bersatu, antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) yang berpisah selama lebih dari 70 tahun ini, akibat konflik Semenanjung Korea atau setelah perang dingin antara dua negara adidaya Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Dulunya, Korut yang bernama Republik Rakyat Demokratik Korea didukung Uni Soviet, dan Korsel, yang bernama Republik Korea merupakan pro-Barat, pernah berperang pada 25 Juni 1950.
Perang berawal, ketika sekitar 75 ribu tentara Korut melintasi wilayah paralel ke-38 yang merupakan perbatasan antara Korut dan Korsel.
Baca Juga: Selamat! Syahrini Melahirkan Anak Pertama, Bertepatan Dengan Hari Ulang Tahunnya Yang Ke 44 Tahun
Kemudian konflik makin memanas pada bulan Juli, ketika pasukan Amerika ikut dalam perang berpihak Korsel dengan dalih melawan kekuatan komunisme internasional, sedangkan Uni Soviet merasa sebagai negara yang memiliki kesepahaman komunis berpihak Korut.
Memasuki bulan Juli 1953, perang Korea berhenti total karena meningkatnya jumlah korban tewas mencapai 5 juta jiwa yang terdiri dari pasukan militer dan warga sipil.
Dilansir dari laman History.com, sebelum berpisah, selama beradab-abad Semenanjung Korea adalah satu, yang diperintah oleh kerajaan dinasti.
Setelah berakhirnya perang Rusia dan Jepang pada 1905, wilayah itu diduduki oleh Jepang dan dianeksasi secara resmi lima tahun kemudian.
Di bawah pemerintahan kolonial Jepang, Korea sangat menderita. Hal itu terjadi selama 35 tahun sampai akhir Perang Dunia II ketika pembagian dua negara dimulai.
Menurut Michael Robinson, profesor Sejarah Asia Timur di Universitas Indiana, keputusan itu dibuat tanpa melibatkan orang Korea. Uni Soviet dan Amerika Serikat membagi Korea menjadi dua zona pendudukan.
Baca Juga: Terungkap! KPK Temukan 3 Modus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, Apa Saja?
Robinson mengatakan, selama tiga tahun 1945-1948, tentara Soviet mendirikan rezim komunis di daerah utara garis lintang 38 atau paralel ke-38. Sedangkan di sebelah selatan garis itu, Amerika Serikat mendukung pembentukan pemerintahan militer.
Waktu itu, kebijakan Soviet sangat populer di kalangan buruh dan petani Korut. Sedangkan para kelas menengah Korea melarikan diri ke selatan, kini Korsel. Masih menurut Robinson, rezim yang didukung AS di Selatan menyukai elemen anti-komunis dan sayap kanan.
Artikel Terkait
Terungkap! Ini Motif di Balik Penyebaran Video Syur Mirip Anak Musisi
Pj Gubernur Jakarta Heru Budi MInta Para Pengembang Lakukan Kewajiban Untuk Fasos dan Fasum
Polisi Ungkap Kronologi Video Syur Mirip Anak Musisi Disebar Tersangka!
Geger! Mahfud MD Ungkap Sindikat Judi Online Berkaitan dengan TPPU dan Perdagangan Orang, Siapa Dalangnya?
Dibalik Cerita Keris Sakti Milik Presiden Pertama RI, Memiliki Kekuatan Melindungi
Keris Kyai Sengkelat Milik Sunan Kalijaga, Mampu Menangkap Kilat Dan Memusnahkan Wabah Penyakit
Jisoo BLACKPINK Bakal Main Drama Baru 'Newtopia'
Keris Kyai Joko Piturun, Milik Sri Sultan Hamengkubuwono VII Dapat Mendeteksi Sosok Penerus Tahta
Pilu! Pria Bojonggede Ditemukan Tewas karena Tertabrak KRL saat Berjalan di Pelintasan Kereta
Demi Tingkatkan Pelayanan Pelanggan PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta, Lakukan Penyesuaian tarif Air Minum