Luhut juga mengungkapkan bahwa DEN telah melakukan kajian di sekitar 800 titik di berbagai daerah di Indonesia. Kajian tersebut bertujuan memetakan tingkat kemiskinan sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Hasil evaluasi tersebut kemudian dijadikan dasar untuk menyusun rekomendasi agar program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia menilai, pelaksanaan MBG saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif meski masih membutuhkan sejumlah penyempurnaan.
Baca Juga: 32 Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka Akibat Gempa Kembar 7,2 Magnitudo di Venezuela
"Saya melihat sekarang program ini sudah jauh lebih baik. Tinggal dilakukan beberapa penyesuaian di berbagai sisi. Saya optimistis dalam satu tahun ke depan hasilnya akan semakin terlihat," kata Luhut.
Lebih lanjut, Luhut mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah dalam menyempurnakan program tersebut. Ia mengakui bahwa pelaksanaan MBG dilakukan dalam skala besar tanpa didahului proyek percontohan (piloting), sehingga berbagai kekurangan baru terlihat ketika program mulai berjalan.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional juga telah melibatkan Dewan Ekonomi Nasional dalam proses evaluasi sehingga berbagai rekomendasi dapat segera diterapkan demi meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. ***
Artikel Terkait
Rupiah Kembali Menguat, Meredanya Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Lebih Tenang
Menkeu Purbaya Pastikan Dukungan Perumahan Berlanjut, MBR Jadi Prioritas Utama
PBB Gerakkan Bantuan Darurat dan Tim SAR Global untuk Gempa Venezuela, Ribuan Jiwa Terdampak
Iran Serang Kapal Kontainer di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
Survei Terbaru Ungkap Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat, Citra dan Kepuasan Ikut Naik
Respon Istana soal Latsarmil SPPI yang Telan 3 Korban Jiwa, Mensesneg: Belum Ada Indikasi Kelalaian