Korban Bertambah Menjadi Tiga Orang
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bertambahnya jumlah peserta SPPI yang meninggal dunia selama mengikuti latsarmil menjadi tiga orang.
Korban terbaru adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta.
Baca Juga: Venezuela Lumpuh Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo, Basarnas Indonesia Siap Turun Tangan
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah.
Menurut Rico, Novia mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latihan pada Senin, 22 Juni 2026. Ia kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.
Baca Juga: Rupiah Kembali Menguat, Meredanya Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Lebih Tenang
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Novia memiliki penyakit Tuberkulosis (TB) yang menjadi penyebab memburuknya kondisi kesehatan.
Sebelum Novia, dua peserta SPPI lainnya juga lebih dahulu meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran.
Korban pertama, Anisa Muyassaroh, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa mengalami heat stroke.
Baca Juga: Iran Serang Kapal Kontainer di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
Sementara itu, peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja. Sebelumnya ia sempat mengalami penurunan kondisi fisik dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Tim medis kemudian menyatakan Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Serangkaian kejadian tersebut kini menjadi perhatian pemerintah. Selain melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan, pemerintah juga berupaya memastikan seluruh peserta memperoleh pengawasan kesehatan yang optimal selama mengikuti program SPPI agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ***
Artikel Terkait
Venezuela Lumpuh Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo, Basarnas Indonesia Siap Turun Tangan
Rupiah Kembali Menguat, Meredanya Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Lebih Tenang
Menkeu Purbaya Pastikan Dukungan Perumahan Berlanjut, MBR Jadi Prioritas Utama
TRAGIS! Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan Surabaya, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan
Iran Serang Kapal Kontainer di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
Survei Terbaru Ungkap Kepercayaan Publik ke Polri Meningkat, Citra dan Kepuasan Ikut Naik