Iran Tuding NATO Ikut Terseret Perang, Pengakuan Mark Rutte Picu Kontroversi

Photo Author
- Jumat, 26 Juni 2026 | 11:17 WIB
Ketegangan Iran vs AS memanas (Foto : REUTERS)
Ketegangan Iran vs AS memanas (Foto : REUTERS)

INSIBERNEWS - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Iran menuding Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) turut terlibat dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Teheran. Tuduhan itu mencuat usai Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkap bahwa sejumlah negara anggota memberikan dukungan logistik kepada militer Amerika Serikat selama operasi militer berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Rutte saat melakukan kunjungan ke Washington pada Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa beberapa negara Eropa memfasilitasi kebutuhan operasional pasukan AS, meski tidak ikut terlibat secara langsung dalam pertempuran. Pengakuan itu langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Iran yang menilai NATO telah mengambil peran dalam konflik.

Baca Juga: MIRIS! Terjerat Utang Bank Keliling, Ibu di Tangerang Tega Jual Putrinya untuk Dinikahkan

Situasi semakin menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik beberapa negara Eropa yang dinilainya tidak memberikan dukungan maksimal terhadap operasi militer Washington.

Dalam pertemuannya dengan Rutte, Trump secara terbuka mengaku kecewa terhadap sikap sejumlah sekutu, termasuk Italia, Inggris, Jerman, dan Prancis.

Menanggapi kritik tersebut, Rutte menegaskan bahwa mayoritas anggota NATO tetap berkontribusi melalui dukungan non-tempur.

Ia menyebut bantuan itu mencakup penyediaan pangkalan militer, fasilitas logistik, hingga dukungan operasional yang dinilai penting bagi kelancaran misi Amerika Serikat selama konflik berlangsung.

Baca Juga: Modus Minta Pijat pada Santriwati, Pengasuh Ponpens di Semarang jadi Tersangka Kasus Pencabulan

Dalam wawancara bersama Fox News, Rutte mengungkapkan sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat militer AS diberangkatkan dari berbagai pangkalan di kawasan Eropa selama enam pekan operasi.

Ia juga menyebut sekitar 500 pesawat lepas landas dari pangkalan militer di Italia, sementara Rumania menyediakan fasilitas bagi pesawat tanker dengan membatasi sementara aktivitas penerbangan sipil di salah satu bandaranya.

Selain itu, negara-negara Eropa disebut tetap membantu menjaga stabilitas kawasan Selat Hormuz melalui penempatan sejumlah aset pendukung, termasuk perlengkapan yang dapat digunakan untuk operasi pembersihan ranjau laut.

Baca Juga: Ketua BEM UBK Dinonaktifkan, Kampus Usut Dugaan Dana Rp20 Juta untuk Aksi Demonstrasi

Meski begitu, Rutte mengakui tidak semua anggota NATO memberikan dukungan penuh, karena sebagian negara memilih mengambil sikap yang lebih berhati-hati terhadap konflik tersebut.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X