INSIBERNEWS - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah muncul perbedaan klaim terkait kondisi Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Militer Amerika Serikat menegaskan bahwa selat tersebut masih beroperasi normal dan tetap terbuka untuk lalu lintas kapal internasional.
Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, membantah pernyataan Iran yang menyebut Selat Hormuz telah ditutup.
Baca Juga: MIRIS! Jadi Korban Pelecehan Seksual, SPG di Solo Malah Dipecat Sepihak
Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran tersebut dan pasukan AS terus melakukan pemantauan guna memastikan keamanan kawasan tetap terjaga.
"Iran tidak mengontrol Selat Hormuz," tegas Hawkins kepada media, Sabtu (20/6/2026). Ia menambahkan bahwa aktivitas pelayaran internasional masih berjalan seperti biasa dan tidak ada gangguan berarti terhadap distribusi energi global yang melewati kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan setelah Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup sebagai respons atas dugaan pelanggaran komitmen Amerika Serikat serta situasi keamanan yang terus memanas di Lebanon.
Klaim tersebut langsung memicu perhatian dunia karena Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur ekspor minyak paling penting di dunia.
Namun, CENTCOM menyatakan fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Militer AS mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir sedikitnya 55 kapal dagang telah melintasi Selat Hormuz dengan muatan lebih dari 17 juta barel minyak.
Data tersebut disebut sebagai bukti bahwa aktivitas perdagangan internasional masih berlangsung tanpa hambatan.
Baca Juga: Fuji Kenalkan Rakin Khan ke Orang Tua, Momen Sang Kekasih 'Disidak' Haji Faisal Jadi Sorotan
Selat Hormuz sendiri menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempit ini dilalui sebagian besar ekspor minyak mentah dari negara-negara Teluk menuju pasar Asia, Eropa, hingga Amerika.
Karena perannya yang sangat strategis, setiap perkembangan di kawasan tersebut hampir selalu berdampak pada pergerakan harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.
Artikel Terkait
Menteri Maruarar Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap Gembok di Angka 5 Persen
Nataru 2026 Makin Lancar, Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Baru untuk Difungsikan
Di Ambang Kejatuhan Politik Downing Street, Keir Starmer Bakal Mundur dari Kursi PM Inggris
Bocah 9 Tahun di Batam Alami Luka Lebam hingga Badan Kurus, Solidaritas Ojol Laporkan Ibu Tiri ke Polisi
MIRIS! Jadi Korban Pelecehan Seksual, SPG di Solo Malah Dipecat Sepihak