INSIBERNEWS - Hubungan persahabatan yang telah lama terjalin seketika berubah menjadi petaka berdarah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Hanya karena persoalan selisih paham terkait uang iuran operasional perjalanan, seorang pria berinisial W (49) tega mengakhiri hidup kawan dekatnya sendiri secara keji sebelum akhirnya melarikan diri ke luar pulau.
Peristiwa kelam ini menimpa seorang korban berinisial S, warga Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, yang jasadnya ditemukan mengapung di Embung Terpus, Desa Beketel, Kecamatan Kayen.
Baca Juga: KABAR BAIK! KPR Subsidi Kini Bisa Dicicil 40 Tahun, Peluang Punya Rumah Makin Terbuka
Kondisi jasad korban saat pertama kali dievakuasi sangat memprihatinkan karena dipenuhi oleh bekas luka tusukan senjata tajam di beberapa bagian vital tubuhnya.
Awalnya, kedua pria paruh baya yang merupakan warga Desa Kayen ini sepakat untuk pergi bersama-sama guna berburu bambu petuk, sebuah benda pusaka yang diyakini memiliki nilai jual sangat tinggi di pasaran mistis.
Namun, sesampainya di kawasan Embung Terpus pada awal Mei lalu, atmosfer pencarian berubah tegang ketika mereka mulai menghitung biaya logistik dan transportasi yang telah dikeluarkan.
Korban dilaporkan menolak ikut menanggung beban biaya perjalanan yang sebelumnya telah disepakati bersama, hingga memicu adu mulut yang sangat sengit.
Baca Juga: Bantu Tersangka Menyerahkan Diri, Mantan Atasan Taufik Tolak Hadiah Rp250 Juta dari Dedi Mulyadi
Emosi yang tersulut hebat membuat kontak fisik tidak terhindarkan, di mana tersangka yang sudah gelap mata langsung menghujamkan pisau dapur ke arah tubuh sahabatnya sendiri hingga ambruk bersimbah darah.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, membeberkan bahwa setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, pelaku mencoba mengaburkan tindak pidananya dengan menenggelamkan jasad S ke dalam embung.
"Karena cekcok tersebut akhirnya korban sempat mendorong tersangka, dan tersangka membalas dengan menarik tangan korban hingga keduanya terjatuh. Tersangka kemudian menusuk korban sebanyak lima kali, tiga kali di leher dan dua kali di area perut menggunakan pisau dapur yang selalu dibawanya. Setelah korban meninggal, jasadnya kemudian ditenggelamkan di waduk," jelas Kompol Dika saat memberikan rincian kronologi pengungkapan kasus maut tersebut kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok lagi Hari ini, berikut rinciannya!
Pelarian W ke wilayah Kalimantan Selatan untuk bersembunyi dari kejaran hukum akhirnya kandas setelah tim buru sergap Satreskrim Polresta Pati berhasil melacak titik koordinat keberadaannya.
Artikel Selanjutnya
Taufik Hidayat Tertangkap, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Sayembara Rp250 Juta
Editor: Varin Vaprilia Caroline
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Taufik Hidayat Tertangkap, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Sayembara Rp250 Juta
Ketua BEM UBK Dinonaktifkan, Kampus Usut Dugaan Dana Rp20 Juta untuk Aksi Demonstrasi
Usulan Taktis Kemenkes, Pasien TBC Diupayakan Masuk Daftar Penerima Manfaat Program MBG
Bantu Tersangka Menyerahkan Diri, Mantan Atasan Taufik Tolak Hadiah Rp250 Juta dari Dedi Mulyadi
Nikah Cuma Dua Minggu, Mantan Istri Taufik Hidayat Beberkan Sikap Kasar dan Posesif Mantan Suaminya
KABAR BAIK! KPR Subsidi Kini Bisa Dicicil 40 Tahun, Peluang Punya Rumah Makin Terbuka