Para korban mengaku baru mengetahui laptop mereka diduga digadaikan setelah sulit menghubungi SRA dan barang tak kunjung dikembalikan.
Pemilik laptop bahkan mengunggah video saat dirinya mendatangi tempat gadai untuk mengambil kembali perangkat miliknya. Ia mengaku harus menebus sekitar Rp3 juta agar laptop tersebut bisa kembali digunakan.
Pihak tempat gadai juga disebut memberikan keterangan bahwa guru tersebut sempat menebus satu laptop sebelum kembali menggadaikan laptop lainnya di hari berbeda.
Selain dugaan penggadaian laptop murid, penelusuran melalui nomor telepon yang digunakan SRA juga memunculkan dugaan adanya masalah pinjaman online atau pinjol.
Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun guru yang bersangkutan terkait video viral tersebut.
Kasus ini pun menuai perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menyayangkan tindakan oknum guru yang dianggap telah menyalahgunakan kepercayaan siswa demi kepentingan pribadi.
Baca Juga: Minibus Diduga Angkut BBM Terbakar Hebat di Kembangan, Lima Mobil Damkar Dikerahkan
Sampai saat ini, belum diketahui apakah kasus tersebut akan berlanjut ke ranah hukum atau diselesaikan secara internal oleh pihak sekolah. ***
Artikel Terkait
Minibus Diduga Angkut BBM Terbakar Hebat di Kembangan, Lima Mobil Damkar Dikerahkan
Toyota Hiace Berisi Turis Singapura Alami Rem Blong di Jalur Bromo, Tabrak 4 Mobil dan Tiang Listrik
Sempat Curhat Soal Rumah Tangga, Ibu Muda di Mamuju Nekat Minum Racun Bersama Tiga Anak
AS Tunggu Jawaban Iran soal Proposal Damai, Israel Tak Henti Gempur Lebanon Bikin Dunia Cemas
Terungkap! Ratusan WNA Pakai Visa Wisata untuk Operasikan Judi Online di Indonesia
Satu WNI Pernah Kerja di Kamboja, Bareskrim Buru Sponsor Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Jakbar