Dulu Jadi Ikon Wisata Ulujami, Pantai Blendung Kini Tinggal Cerita Usai Dihantam Banjir Rob

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 15 Desember 2025 | 11:38 WIB
Banjir rob di Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang rendam salah satu SD beberapa waktu lalu. (Foto : istimewa)
Banjir rob di Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang rendam salah satu SD beberapa waktu lalu. (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Pantai Blendung di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, pernah menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat pesisir utara Jawa Tengah.

Keindahan alamnya, hamparan pantai yang tenang, serta panorama matahari terbenam yang memikat menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Lokasi Pantai Blendung terbilang strategis karena hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari jalur Pantura Pemalang–Pekalongan. Akses yang mudah membuat pantai ini kerap menjadi tujuan singgah wisatawan yang ingin melepas penat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Baca Juga: Ciputat Darurat Sampah! Komedian David Nurbianto Tagih Peran Pemkot Tangsel

Selain keindahan alamnya, Pantai Blendung juga lekat dengan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Konon, air laut di pantai ini dipercaya memiliki khasiat untuk mempererat hubungan suami istri serta menyembuhkan berbagai penyakit.

Cerita tersebut turun-temurun dipercaya dan menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi kalangan muda yang datang untuk mandi laut atau sekadar menikmati suasana pantai.

Pada masa kejayaannya, Pantai Blendung dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari arena bermain anak hingga deretan warung milik pelaku UMKM lokal. Rimbunnya pepohonan cemara di sekitar pantai menciptakan suasana teduh dan nyaman, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana pesisir.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Pemalang Berakhir Damai dengan Kompensasi Rp100 Juta, Tuai Kritik Hukum

Namun, kondisi itu kini tinggal kenangan. Sejak banjir rob mulai melanda kawasan pesisir Ulujami sekitar 2017, Pantai Blendung perlahan mengalami kerusakan. Puncaknya terjadi dalam beberapa tahun berikutnya, ketika air laut semakin sering masuk dan menghantam fasilitas wisata hingga tak lagi bisa difungsikan.

Banjir rob tak hanya merusak kawasan wisata, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Tambak, sawah, hingga perkebunan bunga melati terdampak parah. Selain itu, ratusan rumah warga, tempat ibadah, dan sekolah ikut terendam, memaksa sebagian warga beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas.

Baca Juga: Prabowo Apresiasi Perjuangan Atlet Indonesia di SEA Games 2025, Tekankan Mental Juara hingga Akhir Laga

Direktur BUMDes Mandiri Sejahtera, Muhammad Tohirin, yang mengelola Pantai Blendung, menyebut rob mulai terasa sejak 2018 dan mencapai kondisi terparah pada 2020. Menurutnya, sebelum bencana tersebut, Pantai Blendung menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.

“Dulu, sebelum banjir rob, pengunjung Pantai Blendung bisa mencapai ratusan orang setiap akhir pekan. Dari situ roda ekonomi warga benar-benar bergerak,” ujar Tohirin, Minggu (14/12/2025) petang.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X