INSIBERNEWS - Kasus penipuan yang menyeret wedding organizer (WO) By Ayu Puspita kini menjadi perhatian publik. Sejumlah calon pengantin mengaku mengalami kerugian besar setelah mempercayakan momen sakral pernikahan mereka kepada WO tersebut, namun justru berakhir dengan kekacauan di hari yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Alih-alih berjalan lancar, acara pernikahan para korban diwarnai berbagai masalah. Mulai dari katering yang tidak kunjung datang, vendor dekorasi yang membatalkan kerja sama secara sepihak, hingga rundown acara yang berantakan, meski para calon pengantin sudah membayar sejumlah uang kepada pihak WO.
Baca Juga: Perpol Baru Kapolri Buka Jalan Polisi Aktif Isi Pos Jabatan di 17 Lembaga Negara, Ini Daftarnya!
Dari hasil penyelidikan kepolisian, terungkap bahwa dana yang dihimpun dari para korban tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pemilik WO, Ayu Puspita, diduga memanfaatkan uang tersebut untuk kebutuhan pribadi, termasuk membayar cicilan rumah dan membiayai perjalanan ke luar negeri.
Motif ekonomi menjadi alasan utama di balik aksi penipuan ini. Polisi menyebut, keuntungan yang diperoleh dari para korban tidak dialokasikan untuk operasional pernikahan, melainkan dialihkan untuk kepentingan pribadi para pelaku.
“Dari keuntungan yang diperoleh atas perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka ini digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 13 Desember 2025.
“Uangnya digunakan untuk membayar cicilan rumah, untuk kegiatan jalan-jalan ke luar negeri, dan untuk kepentingan pribadi lainnya,” sambungnya.
Iman juga mengungkapkan bahwa penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya aset lain yang diduga berasal dari hasil penipuan. Polisi membuka peluang pengembangan kasus jika ditemukan aliran dana atau harta yang disembunyikan tersangka.
“Penyidikan terhadap dugaan aset-aset lain yang dilarikan ke tempat lain akan terus kami kembangkan sampai tuntas,” tegasnya.
Baca Juga: Buntut Pengeroyokan Dua Matel di Kalibata, Enam Polisi Aktif Resmi jadi Tersangka
Dalam menjalankan aksinya, Ayu Puspita disebut menggunakan strategi promosi yang cukup menggoda. Para calon pengantin ditawari paket pernikahan dengan harga miring, namun disertai fasilitas yang terkesan mewah dan eksklusif.
“Ada penawaran paket murah dengan tambahan fasilitas yang menarik, seperti lokasi pernikahan yang fantastis hingga paket liburan,” jelas Iman.
“Bahkan ada penawaran bulan madu ke Bali sebagai bagian dari paket honeymoon yang membuat para korban semakin tertarik,” lanjutnya.
Artikel Terkait
AS Perketat Akses Wisatawan, Riwayat Media Sosial Lima Tahun Jadi Syarat Masuk
Prabowo Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem, Peringatan BMKG Diminta Jadi Pegangan Jelang Nataru
Buntut Pengeroyokan Dua Matel di Kalibata, Enam Polisi Aktif Resmi jadi Tersangka
Ratusan Korban Laporkan WO Ayu Puspita, Kerugian Tembus Rp11,5 Miliar
Penerimaan Negara Dinilai Bocor, Hashim Djojohadikusumo Singgung Pajak hingga Royalti
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir Bandang Sumatera
Di Tengah Listrik Padam, Kisah Haru Ibu Aceh Tamiang Akhirnya Bisa Video Call Anak di Yaman Berkat Relawan
Bantuan Bencana Harus Sesuai Aturan, Menkeu Tegaskan Balpres Masih Dilarang
Dikonfirmasi Agensi, Tiffany SNSD dan Byun Yo Han Diisukan Bakal Nikah Tahun Depan
Perpol Baru Kapolri Buka Jalan Polisi Aktif Isi Pos Jabatan di 17 Lembaga Negara, Ini Daftarnya!