Tidak hanya itu, baik AMD maupun Nvidia dikabarkan mempertimbangkan penghentian sementara sejumlah model GPU kelas menengah dan entry-level agar margin keuntungan tetap terjaga.
Kondisi ini tentu membuat masa depan perakitan PC semakin suram. Jika harga RAM terus mendaki, sementara GPU ikut naik dan stok motherboard menumpuk di distributor, maka industri PC berpotensi memasuki periode kontraksi panjang.
Beberapa analis memprediksi pasar PC konsumen akan semakin tergerus, sementara produsen akan lebih agresif mengalihkan fokus ke segmen AI, server, dan cloud computing. Dengan kata lain, PC rakitan rumahan bisa saja menjadi barang mewah di masa depan.
Belum ada tanda-tanda kenaikan harga RAM akan mereda. Selama permintaan data center AI masih berada di puncaknya, para pengguna PC tampaknya hanya bisa berharap kestabilan akan datang pada 2026—itu pun bila produksi DRAM global benar-benar bisa ditingkatkan.***
Artikel Terkait
Selamat dari Banjir di Aceh Utara, Cerita Seorang Ibu dan Putrinya yang Bertahan 9 Jam pada Tumpukan Pohon Ceri
Gedung Terra Drone di Cempaka Putih Terbakar: 17 Orang Tewas, 15 Pegawai Berhasil Selamat usai Sempat Terjebak
Prabowo Tambah Anggaran Provinsi 20M dan Kabupaten 4M: Penuhi Kebutuhan Korban Bencana Bayi dan Perempuan
Banjir Sumatera Utara 2025 Telan 338 Korban Jiwa, BMKG Peringatkan Bibit Siklon Tropis 91S
Kontroversi Donasi 10 Miliar: Ferry Irwandi Respon Sindiran DPR soal Bencana Sumatera
Kecopetan saat Liburan di Bali, Polisi Tangkap Pencuri Dompet Jeon Hye Bin
Berbasis AI, Prabowo Bagikan Kacamata Pintar untuk Warga Tunanetra yang Dapat Scan Data, Uang hingga Lawan Bicara
Tragedi Terra Drone: 22 Karyawan Tewas Terjebak Asap, Damkar Ungkap Akar Masalahnya
Mendagri Jatuhkan Sanksi 3 Bulan untuk Bupati Aceh Selatan, Tegur Keras Kepala Daerah yang Pergi Saat Bencana
Banjir-Longsor di Sumatra: Pakar Sebut Siklon Senyar Bukan Satu-satunya Pemicu, Peran Industri Dipertanyakan?