Harga RAM Melonjak Tak Masuk Akal, Industri PC Ikut Guncang: Penjualan Motherboard Anjlok hingga 50 Persen

Photo Author
- Rabu, 10 Desember 2025 | 12:11 WIB
Ilustrasi RAM Anjlok hingga 50 Persen (Photo : Sergei Starostinon Pexels.com)
Ilustrasi RAM Anjlok hingga 50 Persen (Photo : Sergei Starostinon Pexels.com)

INSIBERNEWS - Industri komputer global sedang berada di titik yang tidak ideal. Lonjakan harga RAM yang makin tak terkendali membuat pasar perangkat PC baik desktop maupun laptop mengalami perlambatan tajam. Kondisi ini bahkan memunculkan kekhawatiran bahwa konsumen akan enggan membeli perangkat baru dalam waktu dekat.

Laporan terbaru dari Gazlog, media teknologi asal Jepang, mengungkap bahwa harga modul RAM DDR5 kini melonjak pada level yang disebut 'tidak wajar'.

Bahkan, satu paket RAM 64GB dilaporkan bisa lebih mahal dari harga konsol PlayStation 5 atau kartu grafis kelas menengah seperti RTX 5070.

Baca Juga: Banjir-Longsor di Sumatra: Pakar Sebut Siklon Senyar Bukan Satu-satunya Pemicu, Peran Industri Dipertanyakan?

Lonjakan harga tersebut langsung berdampak pada ekosistem PC. Penjualan motherboard turun drastis antara 40 hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Turunnya minat rakit PC diprediksi dalam waktu dekat ikut menekan penjualan CPU, komponen yang biasanya dibeli berbarengan dengan motherboard dan RAM.

Penyebab utama kenaikan harga RAM sebenarnya bukan berasal dari pasar konsumen umum. Permintaan besar-besaran dari pusat data AI membuat stok DRAM global tersedot habis. Lonjakan pembangunan fasilitas AI yang membutuhkan memori dalam jumlah sangat besar membuat produsen memprioritaskan pasokan untuk sektor enterprise.

Baca Juga: Tragedi Terra Drone: 22 Karyawan Tewas Terjebak Asap, Damkar Ungkap Akar Masalahnya

Gazlog menambahkan bahwa para produsen memori kini lebih fokus memenuhi kebutuhan perusahaan teknologi, yang membeli RAM dalam jumlah ribuan unit setiap batch. Situasi ini membuat pasar PC rumahan tidak lagi menjadi prioritas utama.

Di komunitas gamer, keresahan pun muncul. Di platform Reddit, sejumlah warganet menyerukan boikot pembelian RAM sebagai bentuk protes atas kenaikan harga yang dianggap tidak masuk akal. Mereka berharap tekanan dari pasar konsumen dapat memaksa produsen untuk menurunkan harga.

Namun para analis teknologi menilai langkah itu hampir pasti tidak akan efektif.

Baca Juga: Kecopetan saat Liburan di Bali, Polisi Tangkap Pencuri Dompet Jeon Hye Bin

“Pendapatan industri memori tidak lagi bergantung pada gamer atau pengguna rumahan. Fokus mereka sudah sepenuhnya beralih ke data center dan sektor enterprise,” tulis seorang analis dalam diskusi teknologi yang dikutip Gazlog.

Efek domino dari krisis RAM juga mulai terasa di pasar kartu grafis. AMD disebut tengah mempersiapkan kenaikan harga GPU hingga 10 persen.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X