Selamat dari Banjir di Aceh Utara, Cerita Seorang Ibu dan Putrinya yang Bertahan 9 Jam pada Tumpukan Pohon Ceri

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 9 Desember 2025 | 18:06 WIB
Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang.  (Instagram.com/@najwashihab)
Menyoroti kisah pilu yang disampaikan korban bencana di Aceh, tentang keluarganya yang hanyut diterjang luapan banjir bandang. (Instagram.com/@najwashihab)

INSIBERNEWS - Terdapat cerita pilu dari korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sejak akhir November 2025 lalu.

Seorang ibu yang enggan disebutkan namanya ini membagikan cerita menyayat hati usai kehilangan suami dan anaknya saat amukan banjir bandang menerjang wilayah Muara Batu, Aceh Utara.

Pengalamannya itu disampaikannya saat berbincang dengan influencer sekaligus jurnalis kenamaan, Najwa Shihab yang berkunjung langsung ke lokasi kejadian.

Baca Juga: KAI Resmi Operasikan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Mobilitas Ekonomi Rakyat

Dengan hati yang pilu, sang ibu memeluk erat selembar foto kecil putra bungsunya, Zaid Ali (9) yang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi ini.

Sisa foto tersebut tersimpan dalam sebuah tas gendong, dan dibungkus rapi dalam plastik bening.

“Inilah sisa yang dimiliki saya,” ucap sang ibu dalam cuplikan video yang dibagikan Najwa Shihab melalui akun Instagram pribadinya @najwashihab, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Baca Juga: Kalah dari Filipina untuk Pertama Kalinya, Garuda Muda di Ambang Gugur di SEA Games 2025?

“Ke mana pun saya pergi, saya bawa ini. Ini yang saya simpan. Ini tabungan saya di surga,” tambahnya.

Air bah yang mengamuk di wilayah tersebut, tidak memberi kesempatan bagi warga setempat untuk menyelamatkan harta benda. Arus deras itu telah memisahkan ia dengan 2 orang tercinta, yakni suami dan putra bungsunya.

“Depan mata saya anak saya hanyut,” kenangnya.

Bahkan, sempat terdengar kata-kata terakhir Zaid Ali yang masih diingat dalam benak sang ibunda.

Baca Juga: Bantuan Bencana Jadi Alat Politik? Lama Berlalu, Ucapan Australia Kembali Lukai Perasaan Indonesia

“Dia bilang, ‘Umi tolong ambil tangan saya’. Itu suara terakhirnya,” kata sang ibu.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X