Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan daerah terdampak menghadapi proses pemulihan sendirian.
“Negara harus hadir, bukan hanya saat bencana terjadi, tapi sampai masyarakat benar-benar pulih,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat sistem peringatan dini, tata kelola lingkungan, serta pengendalian daerah rawan longsor untuk mengurangi risiko bencana serupa terulang di masa mendatang.***
Artikel Terkait
Banjir Aceh Bak Gelombang Kedua, Prabowo Turun Langsung dan Ingatkan Negara Tak Boleh Lambat Saat Rakyat Terluka
Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh
Tak Sanggup Atasi Banjir, 3 Bupati Aceh Disorot: Antara Realita Lapangan dan Gengsi Kepemimpinan
Desa Sekumur Hilang Diterjang Banjir 10 Meter, Masjid Jadi Satu-Satunya Bangunan yang Masih Kokoh di Aceh
Tak Cuma Bonus, Negara Siapkan Dana Pensiun Atlet: Erick Thohir Buka Arah Baru untuk Masa Depan Olahragawan
Menjadi Sahabat Disabilitas, BRI Berdayakan Difabel Melalui Kegiatan Pelatihan dan Pemagangan
Anak di Bawah Umur Masuk Medsos? Menkomdigi: Platform yang Akan Disanksi, Bukan Orang Tuanya
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, 9 Desember 2025: Siang Berpotensi Hujan Petir, Warga Diminta Waspada
Menkeu Beri Ultimatum ke Bea Cukai, Kinerja Disorot dan Opsi Pembekuan Menguat
Pemerintah Kebut Kirim Bantuan Pangan ke Wilayah Banjir, Stok Digandakan untuk Aceh hingga Sumbar