INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menunjukkan fokus utamanya pada penguatan sektor perekonomian.
Pada Selasa (14/7/2026) kemarin, kepala negara menggelar pertemuan khusus dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan beserta jajaran anggota DEN lainnya di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Meski sempat mengundang rasa penasaran publik, agenda strategis di kawasan dataran tinggi tersebut rupanya bukanlah sebuah rapat darurat.
Baca Juga: Hilang Kendali di Treasury Tower SCBD, Mobil Listrik Nyelonong Hantam Kaca Gedung Sampai Hancur
Pertemuan ini merupakan bentuk sinergi yang terus dibangun oleh pemerintah dalam merumuskan peta jalan perekonomian yang lebih tangguh di tengah berbagai dinamika global.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut buka suara untuk menanggapi ramainya perbincangan terkait pertemuan itu.
Saat ditemui di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026), ia menegaskan bahwa diskusi antara Presiden dan DEN merupakan rutinitas yang sangat wajar.
Baca Juga: Wamensesneg Bambang Eko Terluka Saat Eksekusi Hotel Sultan, Prasetyo: Pulang Harus Pakai Kursi Roda
"Memang secara rutin presiden mendapatkan laporan dari berbagai pihak, yang secara rutin salah satunya adalah dari Dewan Ekonomi Nasional. Jadi memang secara rutin beliau, Pak Luhut, sering minta waktu untuk menyampaikan hasil kajian-kajian dari Dewan Ekonomi Nasional," ungkap Prasetyo di hadapan para awak media.
Pertemuan di Hambalang tersebut diketahui berlangsung cukup intens dan memakan waktu hingga tiga jam lamanya.
Dalam rentang waktu yang terbilang panjang itu, Luhut bersama tim ahli dari DEN secara komprehensif membedah dan memaparkan realita kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini kepada Presiden Prabowo.
Keberadaan Dewan Ekonomi Nasional sendiri memang memegang peranan krusial sebagai dapur pemikiran utama pemerintah.
Baca Juga: Misteri Kematian Dokter Muda PPDS di Semak RSUD Siak, Petunjuk Bermula dari Rekaman CCTV
Kajian-kajian mendalam yang disetorkan oleh tim DEN sangat dibutuhkan oleh Istana sebagai landasan objektif dan berbasis data sebelum mengambil kebijakan strategis terkait kesejahteraan rakyat.
Artikel Terkait
Kejagung Teruskan Penyidikan Kasus Korupsi MBG Meski Febrie Adriansyah Tak Lagi Jabat Jampidsus, Sudah Periksa 50 Saksi
Wamensesneg Bambang Eko Terluka Saat Eksekusi Hotel Sultan, Prasetyo: Pulang Harus Pakai Kursi Roda
Viral! Dosen UPI Bandung Diduga Tipu Wanita Rp100 Juta dengan Alasan Dana Riset
Hilang Kendali di Treasury Tower SCBD, Mobil Listrik Nyelonong Hantam Kaca Gedung Sampai Hancur
Sosok Kuntadi, Pembongkar Skandal Korupsi Baru Bara yang Kini Diusulkan Jadi Jampidsus Baru