INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang menelan ratusan korban jiwa di Indonesia serta beberapa negara Asia Tenggara dalam beberapa hari terakhir. Situasi darurat yang terjadi di kawasan tersebut menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, Selasa, 2 Desember 2025 waktu setempat, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric membacakan pernyataan resmi dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
PBB memastikan memantau situasi dengan cermat dan siap memberikan dukungan kepada negara-negara yang saat ini tengah berjuang menghadapi dampak bencana.
Baca Juga: Jalur Darat Terputus, Kota Langsa Terima Bantuan 1,5 Ton via Helikopter
Pada Rabu, 3 Desember 2025, PBB menegaskan solidaritasnya bagi seluruh korban yang terdampak. Organisasi internasional itu turut menggarisbawahi bahwa bencana besar seperti ini membutuhkan kolaborasi lintas negara demi mempercepat proses pertolongan dan pemulihan.
“Sekretaris Jenderal mengungkapkan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan bersolidaritas dengan semua pihak yang terdampak banjir besar tersebut,” ujar Dujarric dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa Guterres sangat prihatin melihat tingginya jumlah korban jiwa dan meluasnya kerusakan infrastruktur yang dialami sejumlah wilayah.
PBB menilai bahwa intensitas cuaca ekstrem yang meningkat belakangan ini seharusnya menjadi alarm penting terkait kesiapsiagaan bencana di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Purbaya Kekeh Tutup Pintu Thrifting, Pedagang Gedebage Ketar-Ketir Menanti Kepastian
Hingga kini, PBB terus menjalin komunikasi dengan otoritas di masing-masing negara terdampak, termasuk Indonesia. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan internasional dapat disalurkan secara tepat guna, terutama di lokasi-lokasi yang masih sulit dijangkau.
Dujarric menjelaskan bahwa PBB juga siap mengerahkan lembaga-lembaga kemanusiaannya seperti OCHA dan UNHCR untuk memperkuat operasi tanggap darurat apabila diperlukan.
Fokus utama adalah penyelamatan korban, pemulihan akses logistik, serta perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Donasi Meledak dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Rp10,3 M untuk Korban Banjir Sumatera
Artikel Terkait
Gak Cuma Warganya, Pohon di Bandung Bakal Punya KTP! Apa Fungsinya?
Ramai Zulhas Disebut Sebagai Penyebab Bencana di Sumatera, DedI Mulyadi Minta Zulhas Hingga Raja Juli Tobat dan Akui Kesalahan
Truk BBM hingga Alat Berat Mulai Masuk Aceh Tamiang, Pemerintah Kebut Pembukaan Akses Darat di Tengah Krisis Banjir
Hashim Djojohadikusumo Ungkap Pemerintah Siapkan Energi Nuklir, Pelaku Tambang Diminta Jelajahi Potensi Uranium
Jejak Uang Rp100 Miliar ke PBNU, KPK Dalami Dugaan TPPU Maming dan Sorotan Baru soal Audit 2022
Air Bah Lumpuhkan Aceh: Mualem Tinjau dari Udara, 1,4 Juta Warga Terdesak dan Ribuan Desa Tenggelam
BRI Konsisten Dukung Ekonomi Kerakyatan, Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Penggerak Sektor Keuangan atas Inisiatif Holding Ultra Mikro
Guru Cilincing Ditemukan Meninggal di Sekolah, Polisi Dalami Dugaan Gantung Diri
Soroti Bencana di Sumatera, Mahfud MD Singgung Soal Perizinan Tambang dan Pengelolaan Hutan
Purbaya Kekeh Tutup Pintu Thrifting, Pedagang Gedebage Ketar-Ketir Menanti Kepastian