PBB Sampaikan Belasungkawa untuk Indonesia dan Asia Tenggara, Siap Bantu Penanganan Bencana Besar

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 3 Desember 2025 | 14:36 WIB
Sekjen PBB - Antonio Guterres  (Foto : WSJ)
Sekjen PBB - Antonio Guterres (Foto : WSJ)

INSIBERNEWS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang menelan ratusan korban jiwa di Indonesia serta beberapa negara Asia Tenggara dalam beberapa hari terakhir. Situasi darurat yang terjadi di kawasan tersebut menjadi perhatian serius komunitas internasional.

Dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, Selasa, 2 Desember 2025 waktu setempat, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric membacakan pernyataan resmi dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

PBB memastikan memantau situasi dengan cermat dan siap memberikan dukungan kepada negara-negara yang saat ini tengah berjuang menghadapi dampak bencana.

Baca Juga: Jalur Darat Terputus, Kota Langsa Terima Bantuan 1,5 Ton via Helikopter

Pada Rabu, 3 Desember 2025, PBB menegaskan solidaritasnya bagi seluruh korban yang terdampak. Organisasi internasional itu turut menggarisbawahi bahwa bencana besar seperti ini membutuhkan kolaborasi lintas negara demi mempercepat proses pertolongan dan pemulihan.

“Sekretaris Jenderal mengungkapkan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan bersolidaritas dengan semua pihak yang terdampak banjir besar tersebut,” ujar Dujarric dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa Guterres sangat prihatin melihat tingginya jumlah korban jiwa dan meluasnya kerusakan infrastruktur yang dialami sejumlah wilayah.

PBB menilai bahwa intensitas cuaca ekstrem yang meningkat belakangan ini seharusnya menjadi alarm penting terkait kesiapsiagaan bencana di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Purbaya Kekeh Tutup Pintu Thrifting, Pedagang Gedebage Ketar-Ketir Menanti Kepastian

Hingga kini, PBB terus menjalin komunikasi dengan otoritas di masing-masing negara terdampak, termasuk Indonesia. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan internasional dapat disalurkan secara tepat guna, terutama di lokasi-lokasi yang masih sulit dijangkau.

Dujarric menjelaskan bahwa PBB juga siap mengerahkan lembaga-lembaga kemanusiaannya seperti OCHA dan UNHCR untuk memperkuat operasi tanggap darurat apabila diperlukan.

Fokus utama adalah penyelamatan korban, pemulihan akses logistik, serta perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Donasi Meledak dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Rp10,3 M untuk Korban Banjir Sumatera

Baca Juga: BRI Konsisten Dukung Ekonomi Kerakyatan, Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Penggerak Sektor Keuangan atas Inisiatif Holding Ultra Mikro

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X