INSIBERNEWS - Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera masih menyisakan duka mendalam. Dari Aceh hingga Sumatra Barat, ribuan desa tenggelam oleh air bah, infrastruktur rusak parah, dan ratusan nyawa melayang dalam hitungan hari.
Di Aceh, yang menjadi episentrum kehancuran, ribuan warga kini hidup mengungsi di titik-titik darurat. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meninjau kondisi wilayahnya melalui udara pada Rabu, 3 Desember 2025, untuk melihat langsung seberapa besar kerusakan yang terjadi.
Baca Juga: Jejak Uang Rp100 Miliar ke PBNU, KPK Dalami Dugaan TPPU Maming dan Sorotan Baru soal Audit 2022
Melalui unggahannya di Instagram, Mualem membagikan momen ketika ia mengenakan rompi BPBA dan menatap keluar dari jendela pesawat, menyaksikan hamparan wilayah yang rusak berat.
"Dari jendela pesawat, mata menangkap luka di Tanoh Rencong. Air meluap, rumah hanyut, dan wajah-wajah tabah menunggu harapan tiba," tulisnya.
Ia menyampaikan harapan agar Aceh segera pulih dan memohon doa bagi para korban yang meninggal dunia akibat bencana kali ini.
"Al-Fatihah untuk para korban bencana yang berpulang," ungkapnya.
Data terbaru BNPB per 3 Desember 2025 mencatat korban meninggal dunia di Aceh mencapai 218 jiwa. Di luar Aceh, Sumatera Utara mencatat 301 korban jiwa, sementara Sumatra Barat melaporkan 234 korban. Jumlah ini diperkirakan masih dapat berubah seiring pencarian korban hilang yang terus dilakukan.
Sementara itu, Posko Komando Kantor Gubernur Aceh melaporkan bahwa total warga terdampak di Aceh menembus 1.452.185 jiwa atau sekitar 229.767 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, lebih dari 660 ribu warga kini mengungsi di 828 titik pengungsian yang tersebar di seluruh provinsi.
"Pengungsian 660.642 jiwa yang tersebar di 828 titik pengungsian," kata Juru Bicara Posko, Murthalamuddin atau Muthala.
Baca Juga: Gak Cuma Warganya, Pohon di Bandung Bakal Punya KTP! Apa Fungsinya?
Bencana kali ini merusak setidaknya 3.310 desa di 18 kabupaten atau kota. Banyak wilayah masih terputus aksesnya, membuat distribusi logistik terhambat dan memaksa tim SAR bergerak dengan segala keterbatasan.
Tim gabungan dari berbagai instansi kini bekerja siang-malam untuk mengevakuasi korban, mencari mereka yang belum ditemukan, dan memperbaiki akses menuju lokasi-lokasi terisolasi.
Artikel Terkait
Tidak Sampai Satu Hari, Ferry Irwandi Berhasil Kumpulkan Donasi 9 Miliar Untuk Sumatera dan Aceh
Muncul Beberapa Orang Pencitraan Dalam Bantuan Bencana Sumatera, Inul Daratista Geram
Konsisten Tingkatkan Praktik ESG, ANTAM Raih Penghargaan Gold Rank pada ASRRAT 2025
Virgoun Sindir Inara Rusli? Unggah Soal Ujian Merawat Anak, Jangan Ajari Anak Untuk Menyalahkan Orang Lain
Prediksi Arus Mudik Nataru Capai 119,5 Juta Jiwa, Kemenhub Siapkan Antisipasi
Gak Cuma Warganya, Pohon di Bandung Bakal Punya KTP! Apa Fungsinya?
Ramai Zulhas Dsiebut Sebagai Penyebab Bencana di Sumatera, DedI Mulyadi Minta Zulhas Hingga Raja Juli Tobat dan Akui Kesalahan
Truk BBM hingga Alat Berat Mulai Masuk Aceh Tamiang, Pemerintah Kebut Pembukaan Akses Darat di Tengah Krisis Banjir
Hashim Djojohadikusumo Ungkap Pemerintah Siapkan Energi Nuklir, Pelaku Tambang Diminta Jelajahi Potensi Uranium
Jejak Uang Rp100 Miliar ke PBNU, KPK Dalami Dugaan TPPU Maming dan Sorotan Baru soal Audit 2022