Gus Yahya Dicopot dari Jabatan Ketua Umum PBNU, Rais Aam Ambil Alih Kepemimpinan Sementara

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 26 November 2025 | 15:47 WIB
Mandat Gus Yahya Dicabut, Syuriyah PBNU Ambil Alih Kemudi Kepemimpinan  (Dok/LTN PBNU)
Mandat Gus Yahya Dicabut, Syuriyah PBNU Ambil Alih Kemudi Kepemimpinan (Dok/LTN PBNU)

INSIBERNEWS - Jabatan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum dicabut oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Keputusan ini disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang berlaku mulai Rabu (26/11/2025) pukul 00.45 WIB, dan ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir serta Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir.

Ditegaskan Syuriyah PBNU dalam surat tersebut, bahwa status Gus Yahya sebagai ketua umum telah dicabut berdasarkan hasil rapat harian yang digelar pada 20 November 2025.

Baca Juga: KPK Lelang Rumah Setya Novanto di Kupang, Dibuka dengan Harga Limit Rp2,18 Miliar

Meski demikian, Ahmad Tajul menekankan bahwa dokumen itu bukan surat pemberhentian formal, melainkan edaran internal Syuriyah.

“Saya tanda tangan surat edaran itu sesuai isi yang tertulis. Ini bukan surat pemberhentian resmi, bentuk dan mekanismenya berbeda,” ujar Tajul saat dikonfirmasi, sembari menegaskan bahwa pernyataannya disampaikan sebagai pendapat pribadi.

Tajul juga menambahkan bahwa ia tidak berbicara atas nama PBNU secara kelembagaan.

Baca Juga: WhatsApp Setop Dukung Copilot, Microsoft Minta Pengguna Pindah ke Aplikasi Resmi

“Saya pribadi bertanggung jawab atas apa yang saya sampaikan. Saya bukan juru bicara PBNU,” ujarnya.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari dinamika yang berkembang dalam Rapat Harian Syuriyah.

Dalam risalah rapat yang disampaikan langsung kepada Gus Yahya pada 21 November di Hotel Mercure Ancol, perdebatan mengenai kelanjutan mandat kepemimpinannya disebut sudah memanas.

Baca Juga: Kerry Adrianto Bantah Rugikan Negara, Klaim Sewa TBBM Merak Justru Hematkan Pertamina Rp145 Miliar per Bulan

Namun dokumen rapat itu kemudian dikembalikan Gus Yahya kepada Afifuddin.

Meski begitu, Syuriyah menyebut Gus Yahya dianggap sudah menerima dan membaca surat resmi terkait evaluasi kepemimpinannya melalui sistem Digdaya Persuratan pada 23 November 2025, tepat pukul 00.45 WIB.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X