Ronni menjelaskan bahwa modus penipuan daring yang melibatkan WNA Nigeria belakangan kembali marak, terutama yang menyasar warga Indonesia melalui media sosial dan aplikasi pesan. Karena itu, pengawasan di wilayah Jakarta Pusat diperketat sebagai langkah pencegahan.
Penangkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa apartemen-apartemen di kawasan urban kerap menjadi lokasi persembunyian para pelaku kejahatan siber.
Imigrasi menegaskan akan terus meningkatkan operasi gabungan, terutama di lokasi yang dianggap rawan penyalahgunaan izin tinggal.
Baca Juga: Operator SPBU Swasta Mulai Ambil BBM Impor Lewat Pertamina, Shell Siap Kirim Kargo Akhir Bulan
Pamuji menutup dengan menegaskan komitmen pihak imigrasi untuk bertindak cepat terhadap setiap pelanggaran.
“Kami akan terus menjaga agar Indonesia tidak menjadi tempat nyaman bagi pelaku kejahatan. Pengawasan dan penindakan akan berjalan lebih tegas dan berkelanjutan,” katanya. ***
Artikel Terkait
Kapolri Janji Bereskan Layanan Publik: Akui Respons Polisi Kalah Cepat dari Damkar dan Siapkan Sistem Pengaduan Baru
Ekonom Anthony Budiawan Dukung Larangan Impor Baju Bekas, Peringatkan Ancaman Industri Lokal dan Rendahnya Upah Masyarakat
Masyarakat Lebih Sering Lapor ke Damkar, Kapolri: Sekarang Kita Lakukan Perbaikan
Operator SPBU Swasta Mulai Ambil BBM Impor Lewat Pertamina, Shell Siap Kirim Kargo Akhir Bulan
Sopir Pembawa 207 Ribu Ekstasi Ditangkap di Tangerang, Klaim Atribut Polri di Mobil Sudah Ada Sejak Dibeli
Waduh! Mentan Amran Kena Sentil Titiek Soeharto soal Impor Kedelai, DPR Minta Produksi Kedelai Jadi Prioritas
Bahlil Bongkar Modus Baru Tambang Ilegal, Pemerintah Tarik Izin Pasir Kuarsa ke Pusat demi Tutup Celah Penyelundupan Timah
Prabowo Perintahkan Penertiban Tambang Ilegal, Sjafrie Siapkan Gerakan Sapujagat Nasional
Tak Hanya Soal Pajak, MUI Sarankan Koperasi Merah Putih Syariah di Munas
Padahal Unggul Jumlah Pemain, MU Tetap Kalah Lawan Everton di Old Trafford dengan Skor 0-1