Mendikdasmen Siapkan Tim Anti-Bullying di Sekolah, Kasus Siswa SMPN 19 Tangsel Jadi Alarm Serius

Photo Author
- Senin, 17 November 2025 | 14:03 WIB
Ilustrasi Perundungan di Sekolah (Photo : istimewa)
Ilustrasi Perundungan di Sekolah (Photo : istimewa)

INSIBERNEWS - Meningkatnya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah mendorong Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengambil langkah cepat.

Ia memastikan pemerintah segera membentuk tim khusus pencegah kekerasan di setiap sekolah, dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan melibatkan semua unsur pendidikan.

Baca Juga: Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Masih Diliputi Trauma, Pemerintah Genjot Pendampingan Psikologis

Mu’ti menyampaikan rencana tersebut saat menanggapi kasus tragis yang menimpa MH (13), siswa SMP Negeri 19 Tangerang Selatan, yang meninggal dunia akibat dugaan bullying dan penganiayaan yang berlangsung sejak awal tahun ajaran.

“Nanti kita akan membentuk tim yang ada di sekolah-sekolah dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif,” ujar Mu’ti saat ditemui di SMPN 4 Bekasi, Senin (17/11).

Baca Juga: Geger! Amukan Pria Diduga ODGJ di Purwakarta Bacok Lima Warga, Satu Korban Alami Luka di Leher

Menurutnya, tim tersebut tidak hanya bertugas merespons ketika kasus terjadi, tetapi juga melakukan edukasi, pemantauan perilaku siswa, hingga membangun sistem pelaporan yang aman bagi korban maupun saksi.

Meski demikian, Mu’ti mengakui bahwa dirinya belum menerima laporan lengkap dari aparat kepolisian mengenai insiden di Tangsel. Ia menyebut justru mengetahui detail awal kasus tersebut dari pemberitaan media.

“Tahunya dari wartawan malah. Saya masih menunggu ya laporannya, belum dapat laporan secara lengkap,” ungkapnya.

Baca Juga: Redenominasi Rupiah Makin Ramai Dibahas, Publik Khawatir Soal Efek Psikologis

MH meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Minggu (16/11) setelah seminggu menjalani perawatan intensif. Ia mengalami luka serius diduga akibat dianiaya teman sekelasnya, yang puncaknya terjadi pada 20 Oktober ketika kepalanya dipukul menggunakan bangku besi.

Kakak korban, Rizki, menggambarkan kondisi adiknya semakin memburuk setelah kejadian tersebut. Tubuh MH melemah hingga nyaris tak bisa digerakkan, sebelum akhirnya dirujuk dari rumah sakit di Tangsel ke RS Fatmawati karena kondisinya makin kritis.

Baca Juga: Timnas CP Indonesia Kunci Tiket Semifinal Usai Tumbangkan Jepang dalam Laga Menegangkan

Rizki juga mengungkap, tindakan bullying sebenarnya telah berlangsung sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), namun tidak pernah ditangani secara serius hingga akhirnya berujung fatal.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X